Dokter Dituding Malapraktik, RSUHB Singkawang Serahkan Penyelidikan ke Polisi

Uun Yuniar ยท Sabtu, 12 September 2020 - 10:20 WIB
Dokter Dituding Malapraktik, RSUHB Singkawang Serahkan Penyelidikan ke Polisi
Suansa di RSUHB Singkawang. (Foto: iNews/Uun Yuniar).

SINGKAWANG, iNews.id - Dokter di Rakit Umum Harapan Bersama (RSUHB) Singkawang dituding telah melakukan malapraktik terhadap seorang pasiennya. Kasus ini pun dilaporkan ke polisi dan kini dalam proses penyelidikan.

Dugaan malapraktik ini berawal dari video viral berdurasi delapan menit. Seorang warga atas nama Suprapto menceritakan kronologi saat istrinya ditangani pihak dokter rumah sakit atas keluhan penyakit di bagian perutnya.

Menurut dia, kejadiannya berawal saat sang istri menjalani operasi di RSHUB Singkawang. Di tengah-tengan proses operasi, dokter baru mendapati penyebab penyakit istrinya akibat tumor ganas.

"Ketika itu dokter merekomendasikan istri saya dirujuk ke rumah sakit di Pontianak," kata Suprapto dalam rekaman video tersebut di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu (12/9/2020).

Dia menilai, dokter RSHUB Singkawang tidak profesional. Sebab sudah melakukan tindakan medis terhadap pasien, baru menyarankan rujuk. Suprapto kecewa dengan penanganan medis di rumah sakit tersebut.

Sementara itu Direktur RSHUB Singkawang, Veridiana dalam jumpa pers mengatakan, tim medis sudah melakukan tindakan dan upaya maksimal terhadap pasien berinisial EM yang akhirnya meninggal dunia.

Istri Suprapto sebelumnya sudah pernah mendapat penanganan medis di RSUHB Singkawang. Kemudian menjalani perawatan di klinik herbal. Tidak lama, kondisi pasien memburuk dan kembali dibawa ke rumah sakit tersebut.

Kasus dugaan malapraktik inipun dilaporkan ke polisi. Pihak rumah sakit pun menyerahkan perkara ini ke polisi untuk ditindaklanjuti. Namun mereka juga melaporkan sejumlah media online yang memuat kabar tanpa ada klarifikasi.

"Media ini telah memuat pemberitaan dugaan malapraktik hingga menyebar luas," kata Kuasa Hukum RSUHB Singkawang, Daniel Edward Tangkau.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal