Ibu dan Anak di Pontianak yang Tewas di Rumah Diduga Dibunuh Orang Dekat

Uun Yuniar ยท Kamis, 24 September 2020 - 13:25 WIB
Ibu dan Anak di Pontianak yang Tewas di Rumah Diduga Dibunuh Orang Dekat
Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Komarudin saat turun ke TKP penemuan mayat ibu dan anak di Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, Rabu malam (24/9/2020). (Foto: iNews/Uun Yuniar)

PONTIANAK, iNews.idIbu dan anak yang ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), diduga korban pembunuhan. Polisi menduga keduanya dibunuh oleh orang dekat.

Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Komarudin yang langsung turun ke lokasi mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), di tubuh ibu dan anak itu ditemukan luka sehingga keduanya diduga korban pembunuhan. Namun, polisi masih mendalami kasus penemuan mayat Sumi (39), dan putrinya, Geby (19), pada Rabu (24/9/2020) malam.

“Kami masih mendalami penyebab kematian korban. Namun, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan fakta-fakta yang ada di TKP, ada luka di tubuh kedua korban. Kami sementara menduga korban ibu dan anaknya ini dibunuh,” kata Kombes Pol Komarudin, Kamis (24/9/2020).

Kapolresta Pontianak juga mengatakan, pelaku diduga orang dekat korban karena dari hasil pemeriksaan dan olat TKP, polisi tidak menemukan ada tanda-tanda perusakan di dalam rumah tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian juga masih melakukan pengejaran terhadap suami ketiga korban. Sebab, sampai saat ini suami korban menghilang dan tidak bisa dihubungi.

Jenazah kedua korban juga telah dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar. Mayat kedua korban akan diautopsi guna memastikan penyebab kematian ibu dan anak tersebut.

Mayat ibu dan anak, Sumi (39) dan Geby (19), ditemukan di rumahnya pada Rabu (24/9/2020) malam. Kronologi penemuan mayat kedua korban berawal dari kecurigaan keluarga karena tidak bisa menghubungi mereka hingga tiga hari.

Hal ini kemudian dibahas keluarga besar. Mereka sepakat untuk berkumpul dan mendatangi rumah korban. Tiba di rumah korban, keluarga menemukan sejumlah kejanggalan. Lampu rumah dalam keadaan mati.

Keluarga langsung mendobrak pintu rumah dan menemukan keduanya sudah terkapar tak bernyawa di lantai. Sejumlah keluarga menangis histeris melihat kondisi keduanya yang mengenaskan. Penemuan mayat kedua korban selanjutnya dilaporkan ke polisi.


Editor : Maria Christina