Kabupaten Kayong Utara Siap Masuk Zona Hijau jika Tak Ada Kasus Covid-19 dalam 30 Hari

Antara ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 10:27 WIB
Kabupaten Kayong Utara Siap Masuk Zona Hijau jika Tak Ada Kasus Covid-19 dalam 30 Hari
Ilustrasi zona hijau Covid-19. (Foto: Istimewa)

PONTIANAK, iNews.id - Kabupaten Kayong Utara (KKU), Kalimantan Barat (Kalbar) bersiap menuju zona hijau. Penetapan zona ini terjadi jika dalam kurun waktu 30 hari ke depan tidak ada kasus positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan yang juga anggota tim gugus tugas penanganan Covid-19 KKU, Bambang Suberkah mengatakan, saat ini di KKU tidak ada kasus positif lagi. Jika kondisi ini bertahan hingga satu bulan, maka KKU bisa dinyatakan sebagai zona hijau.

"Kalau sudah dinyatakan sebagai zona hijau, kita boleh melaksanakan kehidupan sebagaimana biasanya tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya, Sabtu (27/6/2020).

Bambang juga berpesan kepada masyarakat KKU agar tetap waspada dengan Covid-19 dengan tetap patuh tetap anjuran pemerintah. Saat ini, situasi di masyarakat dinilainya masih rawan karena mobilitas masyarakat Kayong Utara masih cukup tinggi.

Banyak warga datang dan pergi dari tempat masih banyak kasus positif Covid-19 seperti di Ketapang.

“Di Seponti belum ditemukan lagi kasus positif, tetapi bukan berarti terbebas Covid-19. Di sekitar kita masih ada interaksi dari orang keluar masuk termasuk dari daerah yang ada kasusnya jadi masih cukup berisiko,” katanya.

Untuk itu, pihaknya tidak henti- hentinya berpesan kepada masyarakat untuk mengubah gaya hidup. Salah satunya dengan menerapkan 3M yakni, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama melakukan aktivitas di luar maupun di rumah.

"Kenapa kita harus memakai masker karena ada penelitian yang menyebutkan jika kita sama-sama menggunakan masker tingkat penularan hanya 1,5 persen. Jadi kalau kita tidak mau menularkan atau tertular pakailah masker," katanya.

Dia juga meminta agar masayarakat memperhatikan jaga jarak. Misalnya Jika mengantri, jangan berdesakan. "Kalau makan di tempat makan, jangan dekat-dekat dan selalu menjaga jarak minimal 1 meter."

"Jadi virus ini penularannya tidak melalui udara, ia tidak bisa terbang dan tidak punya kaki dan dia hanya masuk melalui mata hidung dan mulut," katanya.

Gaya hidup baru yang ketiga mencuci tangan sesering mungkin. Jangan gosok mata jika tangan tidak yakin bersih.

Fungsi tim gugus tugas penanganan Covid-19 ke depannya akan diperluas dengan melakukan edukasi dan pengawasan di tempat-tempat umum. Misalnya di pasar, rumah makan, toko, masjid dan lain-lain.

“Ke depannya tim akan melakukan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan. Tapi nanti ada surat edaran dari bupati," katanya.


Editor : Umaya Khusniah