Kalbar Defisit Cabai, Gubernur Sutarmidji Datangkan 12 Ton dari Tuban

Antara ยท Senin, 15 Juni 2020 - 08:43 WIB
Kalbar Defisit Cabai, Gubernur Sutarmidji Datangkan 12 Ton dari Tuban
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengakui kekurangan stok cabai untuk kebutuhan masyarakat tiap bulan. Untuk mencukupi kekurangan tersebut, sebanyak 12 ton cabai didatangkan dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

"Untuk kebutuhan cabai rawit di Kalbar antara 1.500 ton perbulan, sedangkan produksi kita antara 300 sampai 400 ton," kata Sutarmidji di Pontianak, Minggu (14/6/2020).

Sutarmidji menambahkan, keterbatasan stok cabai di Kalbar membuat harga komoditas itu di pasaran menjadi fluktuatif. Bahkan setiap bulan selalu menyumbang inflasi.

"Harga cabai itu untuk seluruh Kalbar fluktuatif dan selalu menjadi penyumbang inflasi, dimana cabai rawit selalu di quadran pertama padahal kita harus jadikan ke quadran keempat," ujar mantan Wali Kota Pontianak ini.

Menurut Sutarmidji, untuk mengatasi kelangkaan cabai, dirinya telah memerintahkan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Pemerintah Provinsi Kalbar untuk mendatangkan 12 ton cabai rawit jenis Cakra dari Tuban.

Sedangkan untuk memasok ke pasar-pasar tradisional, Sutarmidji menugaskan Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha untuk menjangkau seluruh pasar.

"Dari pada Perusda usahanya yang selama ini hanya kecil saja bagus dia melakukan hal-hal seperti ini untuk membantu pemerintah daerah menstabilkan harga pangan," katanya.

Tak hanya cabai, Sutarmidji mengatakan salah satu komoditas yang menyumbang inflasi yakni bawang merah.

Sutarmidji meminta masyarakat Kalbar mengembangkan komoditas cabai dan bawang merah. Hal ini penitng agar Kalbar bisa memenuhi kebutuhan lokal dan tidak terus menerus bergantung pada pasokan luar daerah.

Sedangkan untuk komoditas lain yang terkait pangan di era pandemi Covid-19 ini, menurutnya masih aman seperti beras dan sayuran.

"Beras saat ini masih stabil dan ke depan kita minta untuk swasembada beras. Perusda juga harus bisa menampung beras-beras hasil pertanian di sentra-sentra yaitu Kubu Raya, Sambas, Landak, Sanggau, dan Mempawah ini sentra produksi selalu surplus," tuturnya.


Editor : Reza Yunanto