Karyawan Perusahaan Perkebunan Ditemukan Tewas di Dalam Ekskavator

Faisal Abubakar ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 19:38 WIB
Karyawan Perusahaan Perkebunan Ditemukan Tewas di Dalam Ekskavator
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

KUBU RAYA, iNews.id - Seorang karyawan PT Wana Subur Lestari (WSL) bernama Santoso (24) ditemukan meninggal di kabin alat berat jenis ekskavator di area tempat kerjanya, Desa Kubu Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (15/10/2020) sekitar pukul 00.45 Wiba. Jenazah korban dalam keadaan terduduk di dalam kabin.

Penyebab kematian korban belum diketahui. Santoso merupakan warga Jalan Prigi RT 007 RW 006 Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Jenazah korban pertama kali ditemukan dua rekan kerjannya, Nasrun (35) dan Randa (27). Berawal dari saat keduanya berada di area kerja perusahaan perkebunan hutan tanaman industri itu, namun di titik lokasi yang berbeda.

Keduanya melihat dari kejauhan alat berat yang digunakan Santoso tidak bergerak di Blok A 011. Namun, sorotan lampu ekskavatornya menyala di satu arah. Melihat ada yang aneh, saksi lalu mendatangi lokasi korban. Sebab, sebelumnya korban masih bekerja menyusun dan membersihkan kayu, serta membuang ranting.

Saat diperiksa, ternyata korban sudah dalam posisi terduduk kaku di kursi alat berat yang dioperatorinya. Melihat kondisi korban, saksi langsung melapor ke bagian manajemen PT WSL. Setelah itu korban diangkat untuk dibawa ke camp. "Sesampainya di camp, terlihat kondisi korban mengeluarkan busa berwarna putih dari mulutnya," kata Nasrun dan Randa.

Kapolsek Kubu Iptu Salahudin saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menerima laporan dari salah satu karyawan PT WSL mengenai penemuan mayat salah satu karyawan. Korban sebelumnya bekerja pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.45 WIB.

Setelah mendapat laporan, Iptu Salahudin bersama anggota Polsek Kubu lainnya mendatangi TKP penemuan mayat. Polisi langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi yang ada di lapangan. Jenazah korban juga dievakuasi ke Rumah Sakit Soedarso Pontianak.

"Kami menghubungi pihak keluarga korban di Desa Mragen, Kabupaten Demak. Atas permintaan keluarga korban, keluarga menolak untuk dilakukan visum. Mereka meminta jenazah korban untuk dipulangkan saja ke kampung halamannya. Jadi, jenazah korban langsung diterbangkan ke daerah asalnya hari ini,” kata Kapolsek Kubu.


Editor : Maria Christina