Pasien Covid-19 Kabur di Pontianak, Polisi dan Dinkes Lacak dari Sinyal HP

Antara ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:58:00 WIB
Pasien Covid-19 Kabur di Pontianak, Polisi dan Dinkes Lacak dari Sinyal HP
Kepala Dinas Kesehatan Pontianak Sidiq Handanu (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Seorang pasien positif Covid-19 di Pontianak, Kalimantan Barat yang kabur terlacak masih berada di dalam kota. Polisi dan Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mencari pasien tersebut.

Pasien beranama Is (42) tersebut merupakan warga Jombang, Jawa Timur yang tiba di Pontianak pada 1 Agustus 2020. Dia terdeteksi positif Covid-19 berdasarkan tes acak yang dilakukan terhadap penumpang pesawat dari Surabaya ke Pontianak.

Is semula menginap di Hotel Jeruju Baru, Pontianak. Setelah hasil tes swab keluar dan dinyatakan positif, dia diminta datang ke tempat isolasi pada Selasa (4/8/2020).

Namun dia mangkir dan mematikan telepon seluler sehingga tak bisa dihubungi. Saat didatangi di hotel tempatnya menginap, Is ternyata telah check-out.

Dinkes kemudian berkoordinasi dengan Polresta Pontianak untuk melakukan pencarian Is. Dari hasil pelacakan, Is masih berada di dalam kota.

"Informasi dari pihak kepolisian bahwa dari pelacakan sinyal GPS handphone pasien tersebut berada di kawasan Kelurahan Saigon, Pontianak Timur," kata Kepala Dinkes Pontianak, Sidiq Handanu di Pontianak, Selasa (4/8/2020) malam.

Dia melanjutkan, polisi dan petugas dinkes kemudian mendatangi lokasi yang ditunjukkan GPS. Namun ternyata Is tidak ada di tempat.

Terpisah, Kapolresta Pontianak Kombes Komarudin meminta Is kooperatif dan bersedia menemui petugas dinkes untuk menjalani isolasi. Dia mengatkan, pencarian Is atas permintaan dinkes yang kesulitan menemukan pasien yang kabur ini.

"Nomor handphone yang bersangkutan saat ini tidak aktif sehingga menyulitkan kami melakukan pencarian," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kalbar Harisson mengatakan, dua penumpang pesawat dari Surabaya yang semula reaktif rapid test ternyata positif Covid-19.

Kedua orang itu yakni Is (42) warga Jombang, Jatim, dan Mis (58) warga Kabupaten Kubu Raya, Kalbar.

"Untuk satu pasien yang berasal dari Kubu Raya sudah dilakukan isolasi oleh Dinas Kesehatan Kubu Raya. Sementara satu pasien asal Jombang, melarikan diri dan belum diketahui keberadaannya," ujarnya.

Editor : Reza Yunanto