Kronologi Pembunuhan di Singkawang, Berawal dari Pemberian Kue ke Anak Korban
PONTIANAK, iNews.id - Kasus pembunuhan terhadap korban Chin Bun Sen alias Asun di Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat (Kalabar) pada Selasa (14/4/2020) lalu dipicu masalah pribadi. Pelaku dan korban sempat terlibat pertengkaran sebelum terjadi insiden penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Tri Prasetiyo mengatakan, dari hasil penyelidikan, pertengkaran antara tersangka berinsial KB dengan Asun berawal dari pemberian kue orang tua pelaku kepada anak korban.
"Mungkin korban tidak terima dan marah-marah dengan istrinya," kata AKP Tri di Kabupaten Singkawang, Kalbar, Kamis (16/4/2020).
Kronologi pembunuhan di Jalan KS Tubun Gang Harmonis, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, ini berawal saat Asun datang ke rumah pelaku melalui pintu belakang sambil marah-marah dan membawa sebatang pipa besi bulat, dan langsung memukul KB. Korban kemudian memukul pelaku dan mengenai bagian dadanya.
"Kemudian pelaku mengambil senapan angin dan menembakkannya, sehingga mengenai dada korban," ujar dia.
Selanjutnya, pelaku memukul korban dengan menggunakan popor senapan angin ke bagian kepala korban. Korban Asun sempat berlari keluar rumah dan terjatuh di depan pintu dapur rumah korban.
Asun kemudian ditolong oleh warga sekitar dan dilarikan ke RS Santo Vincentius Singkawang, namun korban meninggal dunia. Dugaan sementara penyebab korban tewas karena peluru senapan angin dan memar di kepala.
Tersangka KB mengatakan, korban Asun mengakui punya masalah dengannya. Sebab dia selalu membuang ludah setiap kali bertemu dengan pelaku.
"Lalu saya tanya, mengapa kamu suka buang air ludah setiap ketemu saya. Lalu korban menjawab memang aku ada masalah sama kamu," ujarnya.
Kemudian, korban pulang dan langsung mengambil sebilah parang. Tapi sempat dicegah oleh istrinya. Tak sampai di situ, ternyata korban mengambil besi dan mendatangi rumah KBF sambil teriak-teriak.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal