Pegawai KPK Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg Terlilit Utang Forex

Arie Dwi Satrio ยท Kamis, 08 April 2021 - 15:37:00 WIB
Pegawai KPK Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg Terlilit Utang Forex
Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto:Antara)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memecat IGAS, pegawai yang mencuri barang bukti emas seberat 1,9 kilogram. IGAS juga dilaporkan ke polisi karena tindak pidana pencurian.

Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean menjelaskan emas batangan yang dicuri itu merupakan barang bukti perkara suap yang menjerat mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Yaya Purnomo. Pencurian emas tersebut terjadi pada awal Januari 2020. 

IGAS nekat mencuri emas batangan karena terlilit utang akibat gagal dalam bisnis trading foreign exchange market (forex). IGAS menggadaikan sebagian emas hasil curiannya itu dan mendapatkan keuntungan Rp900 juta yang kemudian digunakan untuk membayar utang.

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyampaikan soal pegawai KPK yang mencuri barang bukti emas 1,9 Kg, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/4/2021). (Foto: Ariedwi Satrio)
Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyampaikan soal pegawai KPK yang mencuri barang bukti emas 1,9 Kg, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/4/2021). (Foto: Ariedwi Satrio)

"Sebagian barang yang sudah diambil ini dikategorikan sebagai pencurian atau setidaknya penggelapan. Digadaikan oleh yang bersangkutan karena yang bersangkutan memerlukan sejumlah dana untuk bayar utang-utangnya. Cukup banyak utangnya karena yang bersangkutan terlibat dalam suatu bisnis tidak jelas, bisnis forex-forex gitu," katanya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021).

IGAS adalah pegawai yang bertugas di Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK. Salah satu tugas IGAS menjaga barang bukti tindak pidana korupsi. 

KPK resmi memecat IGAS melalui sidang pelanggaran kode etik. Atas perbuatannya, Dewas KPK telah mengambil keputusan untuk memberhentikan IGAS secara tidak hormat. Selain itu, pegawai KPK tersebut juga telah dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pencurian atau penggelapan.

"Telah kami putuskan dengan bunyi amarnya bahwa yang bersangkutan melanggar kode etik tidak jujur, menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadinya. Ini pelanggaran nilai integritas yang ada kita atur sebagai pedoman perilaku untuk seluruh insan KPK," kata Tumpak yang pernah menjadi pimpinan KPK ini.

Editor : Reza Yunanto