Razia Elpiji Bersubsidi, Pelaku Usaha di Singkawang Simpan 38 Tabung Gas 3 Kg

Antara ยท Minggu, 16 Agustus 2020 - 14:00:00 WIB
Razia Elpiji Bersubsidi, Pelaku Usaha di Singkawang Simpan 38 Tabung Gas 3 Kg
Satpol PP temukan restoran menyimpan 25 tabung gas elpiji subsidi 3 Kg di Pontianak, Selasa (4/8/2020). (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Sejumlah hotel, restoran dan usaha katering di Singkawang dan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) masih menggunakan elpiji bersubsidi. Hal itu diketahui dalam razia bersama Pertamina dan Satpol PP.

"Dari razia bersama dua hari, masih banyak ditemukan para pelaku usaha yang menggunakan elpiji subsidi," kata Sales Branch Manager II, Pertamina Wilayah Kalbar, Avip Noor Yulian di Singkawang, Minggu (16/8/2020).

Menurutnya, hal itu jelas melanggar aturan. Sebab elpiji bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu dan usaha kecil.

Tak cuma menggunakan elpiji kemasan tabung 3 kilogram, pelaku usaha yang terkena razia bahkan menyimpan tabung elpiji bersubsidi hingga puluhan.

Salah satu usaha roti di kawasan Kota Singkawang kedapatan menyimpan hingga 38 tabung elpiji di tokonya.

Sedangkan di Sambas, petugas menemukan salah satu restoran menyimpan 24 tabung elpiji bersubsidi.

Menurutnya, razia gabungan tersebut digelar selama dua hari yakni pada 12-13 Agustus 2020 lalu. Di Singkawang, razia berlangsung selama dua hari, sedangkan di Sambas hanya sehari.

Dia menambahkan, razia tersebut dilakukan agar elpiji subsidi yang merupakan hak masyarakat tidak mampu dan usaha mikro menjadi tepat sasaran atau tidak digunakan oleh masyarakat yang tergolong mampu.

Bagi pelaku usaha yang masih menggunakan elpiji bersubsidi dilakukan pembinaan agar berpindah kepada elpiji nonsubsidi seperti Bright Gas 5,5 kilogram.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan razia terhadap pelaku usaha dan lainnya, agar elpiji subsidi memang digunakan oleh masyarakat yang benar-benar berhak saja," ujarnya.

Editor : Reza Yunanto