Ribuan Telur Penyu Selundupan di Kalbar Dimusnahkan, Kondisi Rusak Tak Bisa Dikembangbiakkan

Uun Yuniar ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 09:30 WIB
Ribuan Telur Penyu Selundupan di Kalbar Dimusnahkan, Kondisi Rusak Tak Bisa Dikembangbiakkan
Dit Polair Polda Kalbar memusnahkan 9.310 butir telur penyu barang bukti kasus penyelundupan, Kamis (23/7/2020). (iNews.id/Uun Yuniar)

PONTIANAK, iNews.id - Polda Kalimantan Barat (Kalbar) memusnahkan 9.310 butir telur penyu yang merupakan barang bukti kasus penyelundupan. Pemusnahan tersebut dilakukan lantaran telur penyu dalam keadaan rusak dan tidak memungkinkan untuk dikembangbiakkan.

"Pemusnahan telur penyu ini dilaksanakan dengan cara ditanam di markas Direktorat Polair Polda Kalbar,," kata Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Polair Polda Kalbar Kompol Muhammad Husni Ramli, di Pontianak, Kamis (23/7/2020).

Dia menerangkan, ribuan butir telur penyu itu berasal dari Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau yang diselundupkan seorang anak buah kapal (ABK) Kapal Motor Sabuk Nusantara 80 inisial BY yang diamankan oleh Direktorat Polda Kalbar beberapa waktu lalu.

Ribuan telur penyu itu dimusnahkan karena berdasarkan penilaian dari petugas konservasi, telur tersebut sudah tidak bisa dikembangbiakkan lagi lantaran kondisinya sudah rusak.

Menurutnya, pemusnahan ini juga dilakukan karena kasus ini akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pontianak karena berkas perkara sudah lengkap.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat yang menyebutkan adanya dugaan salah seorang ABK membawa ribuan telur penyu yang dimasukkan ke dalam 14 kardus. Telur penyu itu sengaja dibawa BY dari Tambelan untuk dijual di wilayah Pontianak.

"Namun karena pandemi Covid-19 tidak ada kapal yang berjalan, dan baru sekarang bisa dibawa ke Pontianak," ujarnya

Menurutnya, BY akan dijerat dengan Pasal 40, jo Pasal 21 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman kurungan di atas empat tahun penjara.


Editor : Reza Yunanto