Tradisi Kue Bulan, Asal Usul dan Maknanya

Amelia Ayu Aldira · Jumat, 18 November 2022 - 16:40:00 WIB
Tradisi Kue Bulan, Asal Usul dan Maknanya
Kuliner Khas China Sambut Perayaan Kue Bulan (Foto: iNews/Hari Tambayong)

JAKARTA, iNews.id - Tradisi kue bulan ini merupakan tradisi ritual masyarakat Tiongkok kuno. Tradisi tersebut populer ketika masa Dinasti Tang dan pertama kali muncul pada masa Dinasti Xia dan Dinasti Shang.

Festival Perayaan Musim Gugur (Zhong Qiu Jie) atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan Festival Kue Bulan. Festival tersebut merupakan perayaan kegembiraan keluarga yang dilambangkan dengan hadirnya bulan purnama. 

Festival Kue Bulan ini berlangsung pada tanggal 15 bulan ke-8 sesuai kalender lunar Tiongkok (Imlek).

Biasanya saat itu adalah waktu berkumpul bersama keluarga. Latar belakang tradisi ini dari pertanian Tiongkok yang di mana petani memohon kepada Dewa Bumi untuk diberita musim yang baik. 

Di penghujung musim panen yang jatuh sekitar pertengahan bulan ke-8 (Imlek), para petani mengadakan ritual pemujaan kepada para Dewa yang telah memberikan hasil panen yang melimpah sebagai rasa syukur dan terima kasih. 

Festival ini merupakan perayaan terbesar ke-2 setelah Imlek. Sebab, posisi bulan akan berada paling dekat dengan bumi..Hal tersebut juga melambangkan bersatunya pria (matahari) dengan wanita (bulan), layaknya dalam filosofi tradisi China Yin dan Yang.

Asal Usul Festival Perayaan Musim Gugur

Legenda mengenai asal usul tradisi ini tentang seorang pemanah bernama Hou Yi. Zaman dahulu, terdapat 10 matahari di langit yang menyebabkan bumi menjadi kering sehingga rakyat hidup menderita.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: