Wah, 21 Ton Limbah Infeksius Covid-19 Terkumpul di Pontianak sejak Maret 2020

Antara ยท Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:42 WIB
Wah, 21 Ton Limbah Infeksius Covid-19 Terkumpul di Pontianak sejak Maret 2020
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser membekali APD bagi petugas pengangkut sampah limbah infeksius dari pasien positif Covid-19 maupun ODP yang dikarantina di Hotel Kyriad Sadurengas. (Foto: Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Sebanyak 21 ton limbah infeksius Covid-19 terkumpul di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) sejak Maret hingga Juni 2020. Limbah tersebut juga sudah dimusnahkan agar tidak membahayakan masyarakat dan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Tinorma Butar Butar mengatakan limbah berasal dari tiga rumah sakit rujukan yang menangani pasien Covid-19. Ketiga RS tersebut yakni RSUD Soedarso Pontianak, RSUD Untan Pontianak, dan RSUD Sultan Syarif Mohamad AlKadrie Kota Pontianak.

"Pemusnahan limbah infeksius itu, menggunakan mesin incinerator dengan panas sekitar 800 derajat celsius, sehingga memang benar sesuai dengan protokol kesehatan dalam mencegah penularan Covid-19," ujarnya, Sabtu (20/6/2020).

Sebelumnya, Dirjen PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati saat memberikan materi pada Sosialisasi Penanganan Limbah B3, Infeksius Covid-19 melalui Workshop Online di Pontianak, Jumat (19/6/2020) mengimbau manajemen rumah sakit untuk mengelola limbah infeksius Covid-19 dengan baik.

"Lakukanlah pengolahan limbah infeksius Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan. Salah satunya, sebelum dibakar, limbah itu disemprot dengan disinfektan terlebih dulu," ujarnya.

Menurutnya, hal ini penting dilakukan agar limbah infeksius Covid-19 tidak menjadi sarana penyebaran virus pada masyarakat.

"Apalagi limbah infeksius Covid-19 saat ini tercatat naik sekitar 30 persen dibanding hari biasanya atau sebelum pandemi Covid-19," ujarnya.


Editor : Umaya Khusniah