Lim Kiong Hin alias Aheng ditangkap di Mukomuko, Bengkulu. (Foto: MNC/Demon Fajri)
Demon Fajri

BENGKULU, iNews.id - Tim gabungan Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kejati Bengkulu menangkap buronan kasus korupsi Lim Kiong Hing alias Aheng. Dia telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 13 tahun sejak 2009. 

"Terpidana ditangkap di salah satu rumah kontrakan di Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko," kata Asintel Kejati Bengkulu, Mochamad Judhy Ismono, Senin (28/3/2022).

Kiong Hin ditangkap di rumah kontrakan yang berada di Desa Medan Jaya, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Dia kemudian dibawa ke kantor Kejati Bengkulu.

Judhy  mengatakan, Kiong Hin telah menyalahgunakan fasilitas kredit bank BUMN di Pontianak. Kredit yang seharusnya digunakan untuk modal kerja malah untuk kepentingan pribadi.

Akibat perbuatan tersebut, bank mengalami kerugian hingga Rp16,448 miliar.

Pada persidangan di Pengadilan Negeri Pontianak, Kiong Hin diputus bebas pada 2007. Namun di tingkat banding, dia dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tinggi Pontianak pada 2008.

Dia divonis penjara lima tahun dan denda Rp100 juta serta kewajiban mengganti kerugian Rp16,448 miliar.

Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi Kiong Hin pada 2009. Upaya Peninjauan Kembali (PK) pada 2013 juga kandas.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT