Berita dari istana ini ternyata menyebar ke seluruh penjuru negeri. Atas kekebalan pangeran kerajaan terhadap benda tajam ini, sang pangeran mendapat julukan Datok Kullup dari rakyatnya
Datok Kullup pun malu dengan julukan tersebut. Jika ada yang tak sengaja memanggil dirinya dengan panggilan 'Kulup', dia pun seketika marah.
Setelah kejadian itu, Datok Kullup malu untuk berhadapan dengan rakyatnya. Melihat kejadian tersebut, sang ayah Raja Tan Unggal membuat taman yang indah untuk tempat bermain Datok Kullup bersama pengasuhnya.
Datok Kullup pun selalu menghabiskan hari-harinya di taman tersebut. Dia juga ditemani oleh burung kesayangannya yaitu burung Ruai. Burung ini memiliki bulu yang indah.
Tahun demi tahun berganti. Suatu hari Datok Kullup ingin menyalurkan hobi berburu di hutan. Ditemani beberapa hulu balang kerajaan, berangkatlah Datok Kullup ke tempat yang tak jauh dari kerajaan.
Berbekal sumpit panah dan perbekalan makanan, Datok Kullup dan hulubalang melanjutkan perjalanan ke hutan.
Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait