Tibalah mereka di kaki bukit yang bernama Bukit Piantus. Mereka kemudian memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Datok Kullup pun terpesona dengan pemandangan indah Bukit Piantus. Tiba-tiba suara burung menyadarkan lamunan Datok Kullup. Dengan cepat dia mengambil sumpitnya.
Ketika sumpit hendak diacungkan ke burung, burung tersebut berkicau menyerupai suara yang berbunyi kulup, kulup, kulup.
Datok Kullup terkejut karena burung tersebut seolah meledeknya dengan lantang. Tanpa pikir panjang Datok Kullup langsung menyumpit burung tersebut, namun tak kena sasaran.
Burung tersebut terbang ke hutan bambu, dan Datok Kullup terus berlari mengejarnya dengan perasaan marah yang membara. Burung itu membuat Datok Kullup berlari kesana-kemari dan akhirnya terbang kembal ke arah Bukit Piantus.
Dengan sisa tenaga yang ada dan amarah yang membara, Datok Kullup masih mengejar burung. Ketika di tengah bukit, Datok Kullup terjatuh karena berlari mengejar burung, hingga telapak kakinya meninggalkan bekas.
Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait