Ilustrasi penemuan mayat perempuan dalam gudang perusahaan di Kotawaringin Barat, Kalteng. (Foto: Antara)
Sigit Dzakwan Pamungkas

KOTAWARINGIN BARAT, iNews.id - Pembunuhan sadis menggemparkan warga Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Karyawati sebuah perusahaan pengolahan minyak dibunuh seorang pekerja cleaning service.

Informasi diperoleh iNews, pelaku lebih dahulu mengintai korban saat melancarkan aksi kejinya pada Jumat (10/9/2021) pagi pukul 08.00 WIB. Saat kejadian, korban sedang masuk ke dalam gudang, lalu diikuti pelaku.

Sejurus kemudian, dia memukul kepala korban dari belakang dengan tangan kosong. Kerasnya pukulan membuat korban yang merupakan seorang perempuan terjatuh.

Tak sampai di situ, melihat korban jatuh pelaku lalu memukul bagian perut dan ulu hati. Dia kemudian menginjak-injak tubuh korban hingga tewas.

Setelah korban tak lagi bergerak, pelaku memindahkan tubuhnya ke atas tumpukan fiber hingga tak terlihat lalu menutupinya dengan kain.

Usai membunuh, pelaku melanjutkan pekerjaannya seperti biasa seolah tidak ada apa-apa.

Hingga akhirnya sejumlah karyawan lain mencari keberadaan korban sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah pencarian dan memeriksa CCTV, terekam jika korban masuk ke dalam gudang diikuti pelaku.

Polisi yang menerima laporan atas kejadian tersebut kemudian menemukan tubuh korban pada tumpukan fiber dalam gudang. 

Pelaku tak bisa mengelak dari perbuatannya karena rekaman CCTV memperlihatkan dia dan korban yang masuk ke dalam gudang. 

Kotawaringin Barat AKBP Devy Firmansyah mengatakan, pelaku telah mengakui perbuatannya. Motifnya sakit hati lantaran dia kerap diminta melakukan pekerjaan di luar tanggung jawabnya sebagai petugas kebersihan.

"Pelaku sakit hati dan dendam kepada korban," ujar Kapolres, Selasa (14/9/2021).

Identitas pelaku yakni berinisial YR. Dia merupakan cleaning service dari perusahaan outsourcing yang dipekerjakan di kantor pengolahan minyak goreng di Pelabuhan Kalaf, Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai. Sementara korban berinisial SF, salah satu karyawati di kantor tersebut.

Pengakuan pelaku, dia sudah menaruh dendam dan menyimpan rasa sakit hati kepada korban sejak satu bulan terakhir.

Akibat perbuatannya, pelaku yang telah ditetapkan tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT