erdakwa korupsi pembangunan Terminal Bunut Hilir di Kapuas Hulu, Dendi Irawan. (ANTARA).
Antara

KAPUAS HULU, iNews.id - Terdakwa korupsi pembangunan Terminal Bunut Hilir di Kapuas Hulu, Dendi Irawan menerima Rp211 juta dari swasta. Uang tersebut diterima Dendi dalam dua tahap. 

"Terdakwa menerima aliran dana Rp211 juta dari Direktur CV Jaya Abadi dalam pekerjaan pembangunan Terminal Bunut Hilir tersebut," ujar Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu, Adi Rahmanto, Selasa (24/5/2022).

Adi mengatakan, aliran dana itu telah disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kapuas Hulu dalam dakwaan yang dibacakan jaksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor Pontianak.

Dalam dakwaan juga dijelaskan ada ketidaksesuaian pekerjaan penimbunan lahan pembangunan Terminal Bunut Hilir yang dimulai pada 2018. Berdasarkan perhitungan ahli diketahuo terjadi ketidaksesuaian timbunan sesuai ketebalan tanah di lokasi.

"Yang berarti terdapat kekurangan volume dalam penimbunan tanah sehingga merugikan keuangan negara," tuturnya.

Dendi Irawan sempat menarik perhatian. Dia melarikan diri dari Rutan Putussibau tempatnya ditahan selama proses persidangan.

Selama beberapa hari dia bersembunyi di hutan sebelum akhirnya ditemukan kembali.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT