2 Otak Pembalakan Liar di Hutan Pendidikan Untan Pontianak Jadi Tersangka

Gusti Eddy ยท Minggu, 05 Juli 2020 - 11:18 WIB
2 Otak Pembalakan Liar di Hutan Pendidikan Untan Pontianak Jadi Tersangka
Barang bukti kayu hasil pembalakan liar di hutan Untan Pontianak, Kalbar. (iNews.id/Gusti Eddy)

PONTIANAK, iNews.id - Dua orang yang berperan sebagai otak pembalakan liar di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universtas Tanjungpura (Untan), Pontianak ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya terbukti sebagai penyandang dana kegiatan ilegal itu.

"Kedua tersangka yakni AL (37) dah HS (30) yang kami tetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan, Subhan di Pontianak, Minggu (5/7/2020).

Subhan menuturkan, dalam pemeriksaan terhadap tiga orang tersangka sebelumnya yang ditangkap di lokasi pembalakan liar di Sungai Peniti Besar dan Sungai Temila, Kabupaten Mempawah. Keduanya disebut sebagai pemodal dan yang menyuruh ketiga tersangka untuk menebang kayu di kawasan hutan pendidikan milik Untan itu.

"Kedua tersangka saat ini telah ditahan di rumah tahanan Polda Kalimantan Barat. Barang bukti berupa nota pembelian dan pembayaran disita untuk persidangan," katanya.

Seubhan menambahakan, penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan menjerat tersangka dengan pasal 82 ayat (1) huruf c dan pasal 84 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Terungkapnya kasus tersebut, kata Subhan, berawal dari proses pengembangan penyidikan oleh Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan terhadap tersangka sebelumnya, yakni HS (39), HM (43), dan SR (30) yang mengaku kalau AL (37) dan HS (30) yang menyuruh dan memberikan modal kerja untuk mereka.

"Keberhasilan penanganan kasus ini berkat kerja sama yang baik antara Balai Gakkum Kalimantan, Korem 121/Abw, Direskrimsus Polda Kalimantan Barat, Kodim 1201/Mph, Polres Mempawah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, KPH Mempawah, Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto