Banjir di Badau Perbatasan Indonesia-Malaysia karena Pendangkalan Sungai

Antara · Senin, 19 April 2021 - 08:37:00 WIB
Banjir di Badau Perbatasan Indonesia-Malaysia karena Pendangkalan Sungai
Banjir di Kapuas Hulu. (Antara)

KAPUAS HULU, iNews.id - Banjir yang terjadi di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat bukan hanya karena curah hujan yang tinggi. Pendangkalan Sungai Badau juga memicu terjadinya banjir.

"Saya melihat sungai Badau itu sudah dangkal perlu dilakukan normalisasi karena memang genangan air tidak cepat terbuang karena banyak sekali sampah di sungai," kata Camat Badau, Edi Suharta dihubungi dari Putussibau, Senin (19/4/2021).

Camat Badau, Edi Suharta saat meninjau lokasi banjir, Senin (19/4/2021). (Foto: Istimewa)
Camat Badau, Edi Suharta saat meninjau lokasi banjir, Senin (19/4/2021). (Foto: Istimewa)

Dia mengatakan curah hujan di Badau memang tinggi. Namun banjir yang terjadi di Badau bukan semata karena curah hujan. 

Menurutnya banyaknya permukiman di pinggiran Sungai Badau memicu banjir lebih cepat datang. Sebab banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai sehingga memperlambat aliran arus air.

"Saat meninjau banjir tadi, saya sudah sampaikan ke sejumlah kepala desa agar normalisasi sungai Badau nantinya akan diusulkan melalui Musrenbang," ujarnya.

Suharta menyebutkan banjir di Badau mulai terjadi pada Minggu (18/4/2021). Kecamatan Badau terdiri atas sembilan desa. Empat desa di antaranya rawan terjadi banjir yaitu Desa Sebindang, Badau, Janting dan Desa Pulau Majang.
 
Banjir yang terjadi di beberapa desa di Badau biasanya hanya beberapa hari saja, namun saat ini masih berlangsung. Untuk banjir di Desa Pulau Majang diakuinya memang lama karena Pulau Majang berada di danau.
 
"Saat ini memang kondisi banjir di Badau berangsur surut, namun merendam beberapa pemukiman penduduk dan fasilitas umum lainnya termasuk jalan negara penghubung enam desa," katanya.

Editor : Reza Yunanto