Banjir di Kapuas Hulu Kalbar Mulai Surut, BNPB Dampingi Penanganan Darurat

Donald Karouw ยท Minggu, 20 September 2020 - 14:44 WIB
Banjir di Kapuas Hulu Kalbar Mulai Surut, BNPB Dampingi Penanganan Darurat
Banjir di Kapuas Hulu, Kalbar. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.idBanjir yang merendam Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) sejak Minggu (13/9/2020) berangsur surut. Dari 11 kecamatan yang awalnya terendam banjir, delapan di antaranya telah surut.

Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ketiga kecamatan tersebut yaknin Kecamatan Suhaid dengan Tinggi Muka Air (TMA) 10-40 sentimeter, dan Embaloh Hilir dengan TMA 40-100 sentimeter. Sementara Kecamatan Bunut Hilir dengan TMA 60-100 sentimeter.

Untuk delapan kecamatan yang sudah mengalami surut banjir yakni Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Bika, Kalis, Jongkong, Selimabu, Semitau dan Silat Hilir.

Jumlah keseluruhan korban jiwa yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Kapuas ini tercatat sebanyak 27.788 KK atau 98.649 jiwa. Sedangkan kerugian materiil ada 13.091 unit rumah yang terendam banjir dengan TMA 40-300 sentimeter.

“Hingga saat ini warga memilih menempati bagian atas rumah. Rata-rata, mereka tinggal di rumah panggung,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, Minggu (20/9/2020).

Dia menambahkan, untuk membantu percepatan penanganan darurat banjir di Kabupaten Kapuas Hulu, BNPB melalui Tim Pusdalops turun ke lapangan dan mendapingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu.

Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi, Pusdalops BNPB, Gatot Satria Wijaya bersama Kalaksa BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan meninjau Desa Nanga Embaloh di Kecamatan Embaloh Hilir. Kedatangan mereka untuk kaji cepat dan mengumpulkan data serta informasi.

Hasilnya, warga Desa Nanga Embaloh yang terdampak ada sebanyak 372 KK. Selain itu, sedikitnya 300 unit rumah juga terendam banjir dengan TMA 100 sentimeter.

Selain itu, sarana dan prasarana umum yang masih terdampak meliputi tiga bangunan sekolah (SD, SMP, SMA), puskesmas, kantor Korem, masjid, gereja, posyandu, kantor Desa Nanga Embaloh dan kantor Camat Embaloh Hilir.

“Tim Pusdalops BNPB akan terus mendampingi BPBD Kabupaten Kapuas Hulu dalam merancang Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) dan membantu Pemkab Kapuas Hulu termasuk penerbitan SK Tanggap Darurat Bencana, terhitung 14-27 September 2020,” katanya.

Selain itu, menurut prakiraan cuaca dari Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas lebat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi di sebagian besar wilayah Kalbar hingga Senin (21/9/2020).

Selain Kalimantan Barat, wilayah lain yang memiliki prakiraan cuaca yang sama juga berlaku pada Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

“Melihat adanya dampak dari bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan hasil prakiraan cuaca dari BMKG, BNPB meminta agar pemangku kebijakan dan masyarakat di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana. Selain itu segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah