Bupati Landak Minta Peternak Cegah Penyebaran Flu Babi dengan Biosekuriti

Antara ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 16:32 WIB
Bupati Landak Minta Peternak Cegah Penyebaran Flu Babi dengan Biosekuriti
Penyemprotan disinfektan di kandang babi. (Antara)

LANDAK, iNews.id - Ancaman flu babi atau swine flu juga mengancam sejumlah peternak di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Mencegah penularan virus tersebut, peternak diminta menerapkan biosekuriti.

"Memang untuk di Indonesia belum ada kasus flu babi jenis baru ini. Namun kita tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada," kata Bupati Landak, Karolin Margeret Natasa di Ngabang, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya, wilayah Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadi celah untuk masuknya virus tersebut. Apalagi ada arus keluar-masuk hewan ternak babi dari negara tetangga ke Indonesia melalui Kalbar.

"Untuk itu kita harapkan pemerintah provinsi bisa memperketat keluar-masuk hewan ternak, khususnya babi dari negara tetangga. Ini untuk menjaga kewaspadaan masuknya virus tersebut ke Indonesia melalui Kalbar," kata perempuan yang juga dokter ini.

Dia menambahkan, masih banyak warga Landak yang memelihara jewan ternak di luar kandang dan dibiarkan berkeliaran. Hal ini menurutnya meninggikan risiko penyebaran virus. Oleh sebab itu, dia mengimbau warga untuk mengandangkan hewan ternaknya agar mengurangi risiko tertular virus atau penyakit lainnya.

"Ini sudah kita sampaikan berkali-kali kepada masyarakat agar hewannya dikandangkan, karena kalau hewannya berkeliaran, kotorannya bertebaran dimana-mana dan itu bisa menjadi penyebar penyakit," katanya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kalbar, Nurhidayatullah juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan hewan ternak khususnya babi dalam mengantisipasi masuknya virus flu babi pada hewan ternak mereka.

Dia juga mengimbau warga yang akan mengosumsi daging babi agar bisa mencuci daging hingga bersih, dan merebusnya hingga benar-benar matang.

"Agar virus yang ada dalam kandungan daging tersebut bisa hilang," tuturnya.


Editor : Reza Yunanto