get app
inews
Aa Text
Read Next : Tragis! Perempuan di Pangkalan Bun Hilang saat Mandi di Sungai Seluluk, Ditemukan Tewas

Cerita Rakyat Kalimantan Barat, Legenda Datok Kullup

Senin, 22 Agustus 2022 - 12:12:00 WIB
Cerita Rakyat Kalimantan Barat, Legenda Datok Kullup
Makam Datok Kullup di Bukit Piantus, Sambas, Kalimantan Barat. (Foto: Ist)

SAMBAS, iNews.id - Cerita rakyat Kalimantan Barat ini berkisah tentang legenda Datok Kullup. Cerita ini berasal dari daerah Sambas dan masih diceritakan secara turun-temurun oleh warga setempat.

Berikut kisahnya disarikan dari YouTube Adaptasi Channel. 

Datok Kullup adalah anak ketiga dari Raja Tan Unggal. Dia adalah anak ketiga raja dan sejak lahir sudah ditinggalkan oleh ibunya sang permaisuri raja. 

Permaisuri meninggal ketika melahirkan Datok Kullup, sehingga dayang istana diberi tugas untuk merawat dan membesarkan Datok Kullup. Dayang-dayang istana pun merawat Datok Kulup dengan penuh perhatian dan kasih sayang.

Saat beranjak dewasa, Datok Kullup harus disunat. Beberapa orang bilal di kerajaan pun datang untuk menyunat Datok Kullup. Namun apa yang terjadi, karena kekebalan yang dimiliki Datok Kullup, tidak ada satu pun pisau yang berhasil menyunatnya.

Bebagai macam pisau pun dicoba oleh bilal kerajaan, namun tetap tidak ada yang berhasil. Hingga akhirnya sang bilal menggunakan kapak. Lagi-lagi upaya ini sia-sia dan tak membuahkan hasil sehingga bilal pun pusing.

Berita dari istana ini ternyata menyebar ke seluruh penjuru negeri. Atas kekebalan pangeran kerajaan terhadap benda tajam ini, sang pangeran mendapat julukan Datok Kullup dari rakyatnya

Datok Kullup pun malu dengan julukan tersebut. Jika ada yang tak sengaja memanggil dirinya dengan panggilan 'Kulup', dia pun seketika marah.

Setelah kejadian itu, Datok Kullup malu untuk berhadapan dengan rakyatnya. Melihat kejadian tersebut, sang ayah Raja Tan Unggal membuat taman yang indah untuk tempat bermain Datok Kullup bersama pengasuhnya.

Datok Kullup pun selalu menghabiskan hari-harinya di taman tersebut. Dia juga ditemani oleh burung kesayangannya yaitu burung Ruai. Burung ini memiliki bulu yang indah.

Tahun demi tahun berganti. Suatu hari Datok Kullup ingin menyalurkan hobi berburu di hutan. Ditemani beberapa hulu balang kerajaan, berangkatlah Datok Kullup ke tempat yang tak jauh dari kerajaan.

Berbekal sumpit panah dan perbekalan makanan, Datok Kullup dan hulubalang melanjutkan perjalanan ke hutan.

Tibalah mereka di kaki bukit yang bernama Bukit Piantus. Mereka kemudian memutuskan untuk beristirahat sejenak.
 
Datok Kullup pun terpesona dengan pemandangan indah Bukit Piantus. Tiba-tiba suara burung menyadarkan lamunan Datok Kullup. Dengan cepat dia mengambil sumpitnya.

Ketika sumpit hendak diacungkan ke burung, burung tersebut berkicau menyerupai suara yang berbunyi kulup, kulup, kulup.

Datok Kullup terkejut karena burung tersebut seolah meledeknya dengan lantang. Tanpa pikir panjang Datok Kullup langsung menyumpit burung tersebut, namun tak kena sasaran.

Burung tersebut terbang ke hutan bambu, dan Datok Kullup terus berlari mengejarnya dengan perasaan marah yang membara. Burung itu membuat Datok Kullup berlari kesana-kemari dan akhirnya terbang kembal ke arah Bukit Piantus.

Dengan sisa tenaga yang ada dan amarah yang membara, Datok Kullup masih mengejar burung. Ketika di tengah bukit, Datok Kullup terjatuh karena berlari mengejar burung, hingga telapak kakinya meninggalkan bekas.

Datok Kullup pun kehilangan burung tersebut dan merasa malu, karena selain rakyatnya, seekor burung pun ikut mengejek dirinya.

Dia pun memutuskan untuk tidak kembali ke kerajaan dan memilih tinggal di Bukit Piantus bersama hulubalang.

Telapak kaki Datok Kullup di Bukit Piantus. (Foto: Ist)
Telapak kaki Datok Kullup di Bukit Piantus. (Foto: Ist)

Hingga akhirnya Datok Kullup menutup usia dan dimakamkan di pertengahan Bukit Piantus oleh hulubalang yang masih bertahan menemaninya.

Saat ini makam Datok Kullup masih bisa disaksikan, termasuk bekas telapak kakinya.

Editor: Reza Yunanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut