Citilink Respons Larangan Terbang ke Pontianak, 1 Penumpang Reaktif Covid-19

Antara ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 12:44 WIB
Citilink Respons Larangan Terbang ke Pontianak, 1 Penumpang Reaktif Covid-19
Ilustrasi pesawat Citilink (dok iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Dua penumpang pesawat rute Surabaya-Pontianak reaktif Covid-19. Citilink membenarkan salah satu penumpang yang dinyatakan reaktif Covid-19 itu merupakan penumpang mereka.

"Sedangkan yang lainnya bukan merupakan penumpang Citilink. Dapat kami sampaikan pada saat keberangkatan dari Surabaya penumpang Citilink tersebut telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar VP Corporate Secretary & CSR Citilink, Resty Kusandarina, Selasa (4/8/2020).

Dia mengatakan, maskapai telah mematuhi tanggung jawab sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 tahun 2020. Semua dokumen yang disyaratkan, termasuk surat kesehatan penumpang sudah dipenuhi.

"Termasuk adanya dokumen hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau rapid test untuk diperiksa lebih lanjut oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebagai syarat penumpang mendapatkan persetujuan terbang," katanya.

Dia menuturkan, berdasarkan informasi yang diterima otoritas setempat, telah dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu tes usap (swab test) terhadap dua penumpang itu dan kini sedang menunggu hasil tes keluar.

Dua penumpang yang reaktif tersebut masing-masing satu orang berasal dari Kabupaten Kubu Raya dan satu orang asal Jombang yang akan mencari kerja di Pontianak.

"Saat ini Citilink bersama dengan regulator dan KKP setempat terus melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan pihak Pemda untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait hal ini," ujarnya.

Resty menegaskan, Citilink senantiasa mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan menjunjung tinggi penerapan protokol kesehatan dalam setiap operasional penerbangan.

"Termasuk melakukan desinfeksi kepada seluruh pesawat secara rutin setiap harinya setelah pesawat selesai beroperasi serta penggunaan filter HEPA (High Efficiency Particulate Arrestor) di seluruh pesawat untuk menyaring debu serta berbagai bahan pencemar udara, termasuk virus dan bakteri," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan telah melarang dua maskapai terbang ke Pontianak karena kedapatan membawa penumpang dari Surabaya yang reaktif Covid-19 berdasarkan rapid test acak setibanya di Bandara Supadio.

"Saya ingatkan dua maskapai ini. Mereka bawa penyakit ke sini, saya sanksi satu minggu tidak boleh terbang dari Surabaya ke Pontianak," kata Sutarmidji.


Editor : Reza Yunanto