Gas Melon Langka, Ratusan Warga Kubu Raya Mengantre Demi Elpiji 3 Kg

Faisal Abubakar ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 13:40 WIB
Gas Melon Langka, Ratusan Warga Kubu Raya Mengantre Demi Elpiji 3 Kg
Ratusan warga Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat mengantre elpiji bersubsi di pangkalan, Rabu (29/7/2020). (iNews.id/Faisal Abubakar)

KUBU RAYA, iNews.id - Sulitnya mendapatkan elpiji bersubsidi juga dirasakan warga Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Sungai Kakap harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan tabus gas 3 kilogram.

Pantauan iNews.id, ratusan warga desa di Sungai Kakap itu mengantre di sejumlah pangkalan elpiji sejak pagi. Antrean warga kian membludak ketika truk pembawa tabung gas elpiji bersubsidi itu tiba di tiap pangkalan. Tak butuh lama, tabung gas melon itu ludes diserbu warga dalam waktu kurang dari satu jam.

"Warga mulai mengantre sejak pukul 10.40 WIB. Gasnya datang pukul 11.00 WIB tapi langsung habis," kata seorang warga Desa Sungai Kakap, Sri ditemui di lokasi, Rabu (29/7/2020).

Menurutnya masih banyak warga yang tidak kebagian gas elpiji 3 kilogram ini meski sudah mengantre sejak pagi. Diakui dia, sulitnya warga mendapat tabung gas elpiji bersubsidi ini sudah berlangsung sebulan terakhir.

"Sudah mulai langka, sekitar sebulan ini gas yang 3 kilogram sudah jarang ada. Kalau pun ada itu harganya mahal sekali," ujar Rani, warga lain yang juga mengantre tabung gas.

Menurutnya, langkanya tabung gas 3 kilogram ini membuat harganya melonjak di beberapa penjual. Kendati demikian masyarakat tetap membeli lantaran merupakan kebutuhan untuk memasak sehari-hari.

Sementara itu, menurut keterangan Acun, pemilik pangkalan elpiji bersubsidi Lin Jauw di Dusun Nirwana, Desa Sungai Kakap, kelangkaan elpiji bersubsidi ini diduga karena banyak pedagang pangkalan dan pedagang gas eceran yang ikut antre.

Menurut Acun, mereka membawa orang lain untuk ikut mengantre di pangkalan dan membeli tabung gas elpiji bersubsidi. Setelah mendapat tabung gas melon, mereka berpindah lagi mengantre di pangkalan lain yang masih memiliki stok. yang kemudian dijual kembali.

"Hal ini menjadi penyebab langka gas kemasan 3 kilogram tersebut di masyarakat," katanya.

Menurut Acun, antrean tabung gas yang berlangsung berjam-jam itu karena banyak ibu-ibu yang mengantre namun kalah cepat dengan orang-orang suruhan pedagang yang langsung menyerobot antrean. Petugas di pangkalan pun terpaksa melayani para orang-orang suruhan yang menyerobot antrean itu.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kalau kami larang dan tidak melayani mereka, akan jadi masalah lain nantinya," ujarnya.

Dia berharap agar pemerintah dan dinas terkait segera mengatasi kelangkaan elpiji bersubsidi ini sehingga tidak terjadi antrean

"Agar masyarakat tidak sulit untuk mendapatkannya. Selain itu agar pengantri-pengantri yang tidak jelas ini agar ditertibkan," katanya.


Editor : Reza Yunanto