Guru di Kalbar Dites Swab Sebelum Sekolah Dibuka 1 Agustus

Antara · Kamis, 23 Juli 2020 - 13:52 WIB
Guru di Kalbar Dites Swab Sebelum Sekolah Dibuka 1 Agustus
Seluruh guru SMA di Kalimantan Barat akan menjalani tes swab sebelum kegiatan tatap muka di sekolah dimulai 1 Agusutus 2020. (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) akan melakukan tes swab kepada seluruh guru SMA. Hal itu dilakukan sebelum sekolah di Kalbar mulai dibuka pada 1 Agustus.

"Sesuai rencana tanggal 1 Agustus mendatang kegiatan belajar mengajar akan dilakukan untuk jenjang pendidikan SMA. Dinas kesehatan diminta bapak gubernur melaksanakan tes usap untuk guru dan petugas penunjang di seluruh sekolah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson di Pontianak, Kamis (23/7/2020).

Harisson menuturkan, tes swab hari ini telah dilakukan di SMA Negeri 1 Pontianak. Selanjutnya tes swab akan dilakukan juga di SMA se-Kalbar. Tak hanya guru, tes juga dilakukan kepada tenaga penunjang sekolah.

"Swab ini juga akan segera dilaksanakan di sekolah-sekolah di Kalbar oleh dinas kesehatan kabupaten/kota masing-masing," tuturnya.

Dia menambahkan, hasil tes swab yang dilakukan kepada para guru tersebut tidak memakan waktu lama dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 hari. Hal itu bisa dilakukan lantaran laboratorium PCR Universitas Tanjungpura kini tidak banyak lagi melakukan pemeriksaan sampel swab setelah Kalbar nol kasus positif.

"Prinsipnya kalau positif kita minta guru atau muridnya diisolasi dulu. Tidak boleh beraktivitas di sekolah selama masa isolasi," katanya.

Dia menambahkan, selain tes swab untuk guru dan tenaga penunjang sekolah, tes untuk mendeteksi penularan Covid-19 juga akan dilakukan kepada siswa.

Dinas kesehatan akan menggunakan metode rapid test Antigen terhadap siswa. Menurutnya, rapid test ini tidak menggunakan sampel darah seperti rapid test pada umumnya, tetapi dengan memgambil sampel lendir atau swab di tenggorokan.

"Siswa yang akan kita periksa pertama adalah siswa kelas XII dan siswa kelas IX," ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan tes ini dilakukan agar ada jaminan kegiatan tatap muka pada proses belajar mengajar di sekolah tidak menyebarkan Covid-19. Siswa dan guru benar-benar tidak sedang membawa virus Covid-19.
"Jadi sekolah dapat dengan aman menjalankan aktivitas belajar mengajarnya," katanya.

Kalbar sudah nol kasus positif terhitung per Rabu (22/7/2020). Dari 359 kasus positif, sebanyak 355 dinyatakan sudah sembuh dan empat orang meninggal dunia.


Editor : Reza Yunanto