Kaya Wisata Alam, PLBN Badau di Kalbar Kini Jadi Jantung Wisata Borneo

Koran SINDO, Hendri Irawan ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 06:00 WIB
Kaya Wisata Alam, PLBN Badau di Kalbar Kini Jadi Jantung Wisata Borneo
Rumah adat (rumah panjang) masyarakat Dayak yang bisa dijumpai sepanjang perjalanan darat dari Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu hingga menuju PLBN Badau. (Foto: Koran SINDO/Hendri Irawan)

KAPUAS HULU, iNews.id - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat tak hanya menjadi pos perbatasan, tapi kini telah menjelma menjadi tempat wisata bagi warga Indonesia dan Malaysia. Setiap yang melintas pasti akan mengabadikan momen di perbatasan ini terlebih dulu.

Saban hari kawasan PLBN Badau ramai didatangi masyarakat untuk sekadar nongkrong menikmati keindahan alam dan megah bangunannya. Banyak juga yang sengaja datang dari jauh bahkan Malaysia, hanya untuk berswafoto di tempat ini.

"PLBN Badau berbatasan langsung dengan Malaysia. Banyak wisata yang bisa kita eksplore di sekitar PLBN, seperti Danau Sentarum, Sungai Kapuas, terutama Pasar Wisata yang berada dalam area PLBN Badau," kata Direktur Komersial MNC Travel, Joneka Kandou yang tengah melakukan kegiatan 'Indonesian Explore' di PLBN Badau.

Menurut Joneka, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) selaku otoritas PLBN Badau dan PLBN lainnya, sudah sangat tepat menjadikan PLBN sebagai gerbang sekaligus sentra pengembangan ekonomi dan pariwisata di perbatasan negara.

Sebagai perusahaan travel media dan mitra BNPP, MNC Travel tentunya akan bekerja sama mewujudkan visi besar ini. MNC Travel juga akan terus berupaya mendukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam pengembangan potensi wisata di setiap daerah, terutama di daerah perbatasan yang menjadi garda depan NKRI.

"Banyak sekali potensi wisata yang bisa kita kembangkan di sini (sekitar lawasan PLBN Badau), mulai dari bangunan PLBN yang megah hingga wisata alam yang menunjangnya seperti Taman Nasional Danau Sentarum yang kaya akan keanekaragaman hayati,” ujar Joneka.


Editor : Kastolani Marzuki