Polres Mempawah Ungkap Korupsi Dana Bansos Covid-19, Pelaku Diduga Oknum Lembaga Sosial

Antara ยท Kamis, 21 Mei 2020 - 10:08 WIB
Polres Mempawah Ungkap Korupsi Dana Bansos Covid-19, Pelaku Diduga Oknum Lembaga Sosial
Satgas Saber Pungli Polres Mempawah mengungkap dugaan korupsi dana Bansos Covid-19. (Antara)

MEMPAWAH, iNews.id -Tim Satgas Saber Pungli Polres Mempawah, Kalimantan Barat mengungkap dugaan korupsi penyaluran dana Bantuan Sosial (Bansos) untuk warga lanjut usia terdampak Covid-19. Pelaku diduga oknum pengurus  salah satu Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS–LU).

"Melalui laporan masyarakat, kami ketahui bahwa LKS-LU BU ini telah menyalurkan dana bantuan yang tidak sesuai dengan nilai bantuan yang diberikan pemerintah. Bantuan seharusnya Rp2,7 juta namun disalurkan kepada penerima berkisar Rp2 juta-Rp 2,2 juta per orang,” kata Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, Rabu (20/5/2020).

Menurutnya, dana Bansos itu merupakan dana bantuan program rehabilitasi sosial dalam masa tanggap darurat Covid-19. Dana tersebut diperuntukkan bagi warga lanjut usia di Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah.

"Dugaan kasus korupsi berupa pungli itu diperkuat dengan adanya beberapa barang bukti berupa lembaran rekening koran milik yayasan dan oknum pengurus yang telah kami sita, sementara oknum pengurus LKS–LU masih terus diselidiki," katanya.

Dia menambahkan, pencairan dana Bansos itu berawal pada tahun 2017 silam LKS–LU BU ini aktif melakukan pendampingan terhadap kaum lanjut usia di Desa Parit Banjar. Lembaga ini melakukan pendataan hingga mengusulkan bantuan rehabilitasi Bansos untuk lansia kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Dan pada saat wabah Covid-19 merebak saat ini, pemerintah pusat melalui Kemensos RI pada tanggal 27 April 2020 melalui transfer ke rekening LKS–LU BU menyalurkan dana bantuan sosial program rehabilitasi sosial lanjut usia senilai Rp121,5 juta,” katanya.

Kemudian dana bantuan tersebut ditarik semuanya oleh pengurus LKS-LU BU pada 29 April 2020. LKS LU Yayasan BU itu sendiri masuk dalam rayonisasi Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) GAU MABAJI Gowa Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

"Oleh Ketua LKS–LU BU berinisial Bs dana yang ditarik itu ada yang disimpan di rumah dan ada pula yang dipindahkan ke rekening pribadi miliknya. Kemudian pada tanggal 30 april 2020 pihak LKS–LU BU mulai menyalurkan dana tersebut secara bertahap kepada 45 lansia yang terdata. Yakni sebanyak 27 lansia mendapatkan Rp2 juta dan 14 lansia lainnya mendapatkan dana sebesar Rp2,2 juta," katanya.

Sedangkan masih ada empat lansia lainnya yang belum disalurkan dengan alasan sudah meninggal dunia atau berpindah domisili tempat tinggal di luar Desa Parit Banjar.

“Dari penyaluran dana bantuan tersebut terdapat selisih antara jumlah dana yang diterima sekitar Rp36 juta dari Kemsos dengan jumlah riil yang seharusnya yang diberikan kepada para Lansia penerima,” katanya.

Dari penyelidikan yang dilakukan Polres Mempawah, terungkap selisih dana untuk lansia itu digunakan oleh oknum pengurus untuk keperluan pribadi seperti pembuatan spanduk, banner dan lainnya.

Kemudian, sisa dana bantuan yang belum disalurkan sebagian disimpan di rumah dan rekening pribadi milik Ketua LKS–LU BU, Desa Parit Banjar.

Menurutnya, Tim Satgas Saber Pungli Polres Mempawah terus melakukan penyelidikan. Adapun barang bukti yang diamankan, yaitu berupa sejumlah buku tabungan, rekening koran, uang tunai Rp8 juta, SK Dinsos Pemkab Mempawah, SK Yayasan BU, data lansia, kwitansi pembayaran dan BA formulir pengajuan bantuan.

“Kasus ini masih kami selidiki dan bila terbukti bersalah oknum Bs dapat dijerat dengan pasal 8 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp750 juta,” katanya.


Editor : Reza Yunanto