Terobos Perbatasan di Bengkayang, Warga Malaysia Ditahan Satgas Pamtas

Antara · Selasa, 01 September 2020 - 12:50 WIB
Terobos Perbatasan di Bengkayang, Warga Malaysia Ditahan Satgas Pamtas
Salah satu jalur tidak resmi (jalan tikus) perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (Antara)

BENGKAYANG, iNews.id - Seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia melintas masuk ke wilayah Indonesia dengan cara ilegal melalui Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Laki-laki berinisial JHAJ itu ditahan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Batalyon 641/Beruang.

"Saat ini WNA berinisial JHAJ itu akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bengkayang karena TKP berada di Kabupaten Bengkayang," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Singkawang, Tessar, Selasa (1/9/2020).

Dia menjelaskan, penangkapan warga negara jiran tersebut diawali dengan penangkapan yang dilakukan petugas Pamtas 641/Beruang pada tanggal 26 Juni. JHAJ melintas masuk secara ilegal ke Indonesia tepatnya di daerah Jagoi Babang yang tak jauh dari Pos lintas di Jagoi Babang.

"Sewaktu ditangkap dan diamankan oleh petugas Pamtas 641/Bru, yang bersangkutan tidak membawa dokumen perjalanan baik itu paspor maupun surat perjalanan lintas batas atau pas lintas batas," ujarnya.

Dalam pemeriksaan selanjutnya, WNA itu membawa identitas Malaysia. Namun petugas tidak serta merta menerima identitas itu sebagai alat bukti karena perlu melakukan verifikasi dan validasi dengan Konsulat Malaysia di Pontianak terkait status kewarganegaraan JHAJ.

Kemudian pada 29 Juni, Kantor Imigrasi Singkawang mulai melakukan penyelidikan dan pemeriksaan hingga akhirnya diberikan tindakan administrasi keimigrasian berupa pendeteksian.

"Setelah cukup bukti dan keterangan pada akhirnya Kantor Imigrasi Singkawang menerbitkan surat perintah penyidikan dan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan," ujarnya.

Kemudian pada 16 Juli dilakukan perpanjangan penahanan dan dilanjutkan pada 24 Juli penyidik melakukan penyerahan berkas perkara kepada Kejaksaan Negeri Bengkayang.

Kejaksaan Negeri Bengkayang mengeluarkan surat hasil penyidikan berkas penyidikan JHAJ dan dinyatakan telah P21 pada 13 Agustus 2020.

"Sehingga pada hari ini bersama Komandan Brigif 19/Kha menyampaikan kepada pers dan selanjutnya akan melakukan serah terima tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bengkayang," katanya.

Sementara tindak pidana keimigrasian yang disangkakan kepada JHAJ adalah Pasal 119 ayat 1 dan Pasal 13 UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun dan atau denda paling banyak Rp100 juta.

"Jangankan melalui jalur ilegal, melalui tempat pemeriksaan imigrasi tanpa melalui proses pemeriksaan petugas pun sudah masuk pelanggaran hukum," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto