Wabah African Swine Fever di Kalbar Meluas, 2.965 Ekor Babi Mati
PONTIANAK, iNews.id - Wabah african swine fever (ASF) atau demam babi afrika di Kalimantan Barat (Kalbar) terus meluas. Sebanyak 2.965 ekor babi dilaporkan mati akibat wabah tersebut.
"Sampai saat ini total kematian babi telah dilaporkan sebanyak 2.965 ekor," ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar M Munsif di Pontianak, Rabu (15/12/2021).
Musnif mengatakan, kematian babi dilaporkan terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Landak dan Mempawah.
Terbanyak berada di Kapuas Hulu yang mencapai 984 ekor. Selanjutnya Melawi 813 ekor, Sintang 647 ekor, Mempawah 431 ekor dan Landak 51 ekor.
Musnif menambahkan, di Kubu Raya juga ditemukan kasus positif pada daging babi yang dijual di pasar. Namun tidak ditemukan kematian pada ternak babi.
Sementara di Kota Singkawang juga ditemukan kasus positif pada dua ekor babi. Namun kondisi babi tersebut masih sehat dan tidak ada kejadian atau kematian pada babi di daerah sekitarnya.
Menurut Musnif Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar telah melakukan pencegahan dengan melakukan penyuntikan serum konvalesen.
"Serum konvalesen merupakan bantuan dari direktorat jenderal peternakan dan kesehatan hewan sebanyak 3.750 vial atau 60.000 dosis dan telah terealisasi sebanyak 877 vial atau 8.360 ekor ternak babi," katanya.
Editor: Reza Yunanto