Seekor owa-owa diserahkan masyarakat ke BKSDA Sumut beberapa waktu lalu. (Foto: istimewa)
Sigit Dzakwan Pamungkas

KOTAWARINGIN TIMUR, iNews.id - Seekor owa-owa peliharaan seorang warga di Kotawaringin Timur (Kotim) terlepas dari kandangnya dan menyerang bocah hingga terluka. Bocah tersebut mengalami luka sobek hingga mendapat 20 jahitan.

"Sabtu 11 September 2021 kita dapat laporan ada 1 ekor satwa liar jenis Owa yang dipelihara warga. Informasinya satwa tersebut sempat terlepas dari kandang dan menyerang anak kecil hingga terluka sobek," ujar Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Selasa (14/9/2021).

Muriansyah mengatakan, Owa-owa itu dipelihara warga Dusun Sungai Bugis, Desa Kenyala, Kecamatan Telawang. Usia satwa liar berkelamin jantan itu sudah 10 tahun. Saat ditangkap tampak sehat dan tidak ada luka-luka.

Dia mengatakan, saat menangkap satwa tersebut, BKSDA sekaligus memberikan pemahaman kepada warga agar tak memelihara owa-owa. Satwa liar tersebut bisa mengamuk saat birahi dan tidak menemukan pasangan.

"Waktu kita ke Dusun Sungai Bugis sudah kita sosialisasikan terkait dampak dari memelihara satwa liar jenis owa. Satwa tersebut bisa mengamuk saat birahi," ujarnya.

Sebaliknya BKSDA juga mengimbau kepada masyarakat setempat untuk tidak melakukan penangkapan, pembunuhan, atau hal lain kepada satwa liar yang dilindungi apabila terlihat muncul ke permukiman warga.

"Apabila ada kemunculan dan gangguan satwa liar khususnya satwa liar yang dilindungi undang-undang, tolong dilaporkan ke petugas BKSDA, TNI atau Polri. Jangan ditangkap, dipelihara atau dibunuh," ujarnya.

Usai memberikan pemahaman kepada warga setempat, BKSDA Pos Jaga Sampit menerima penyerahan Owa yang menyerang bocah tersebut untuk ditindaklanjuti.

"Untuk satwa liar dimaksud sudah kita terima dan diamankan di Pos Sampit sambil menunggu arahan pimpinan," katanya.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT