Kepala Kejati Kalbar Masyhudi. (Foto: Humas Kejati Kalbar)
Reza Yunanto

PONTIANAK, iNews.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati ) Kalimantan Barat (Kalbar) menerapkan restorative justice dalam kasus pencurian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jamaluddin I di Kabupaten Kayong Utara. Penyidikan kasus pencurian dengan tersangka berinisial AR itu resmi dihentikan.

"Perkara pencurian ini merupakan perkara yang sederhana. Jaksa sesuai petunjuk pimpinan diharapkan dapat menyelesaikan perkara dengan penekanan hukum menggunakan hati nurani," kata Kepala Kejati Kalbar Masyhudi dikutip dari laman Kejati Kalbar, Jumat (3/6/2022).

Masyhudi mengatakan, perdamaian kasus ini dilakukan pada 18 Mei 2022 di kantor Kejakasan Negeri (Kejari) Ketapang. RSUD Jamaluddin I sebagai korban telah memaafkan AR.

Pencurian tersebut terjadi pada 14 Maret 2022. AR melihat satu unit mesin pemotong rumput merek STIHIL FR 3001 yang berada di ruang genset RSUD Jamaluddin I.

Muncul niat AR yang pernah menjadi kuli bangungan di rumah sakit itu untuk mengambil mesin yang akan digunakan mencari pakan rumput bagi hewan ternak orang tuanya.

Dia melakukan itu untuk membantu orang tuanya. Sebagai tulang punggung keluarga, AR membutuhkan biaya untuk kedua anaknya yang masih kecil dan pengobatan mertuanya yang telah lanjut usia.

Menurut Masyhudi, penghentian kasus ini karena tujuan penegakan hukum harus dilihat dari asas kemanfaatan, yaitu keadilan yang menyentuh masyarakat sehingga tidak menimbulkan stigma negatif.

Dia menambahkan, hingga Juni 2022 sudah 12 perkara yang dihentikan Kejati Kalbar dengan restorative justice.

"Kita akan terus mengupayakan pekara–perkara yang memenuhi syarat agar dapat diselesaikan secara restorative justice untuk ke depan," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT