Pelepasliaran lima ekor orang utan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Nanga Pinoh, Sintang, Kalimantan Barat. (Foto: BKSDA Kalbar)
Antara

PONTIANAK, iNews.id - BKSDA Kalimantan Barat (Kalbar) kembali melepasliarkan lima ekor orang utan ke habitat aslinya di hutan. Lima ekor primata itu dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Nanga Pinoh, Sintang, Kalimantan Barat.

"Kelima orang utan tersebut dilepasliarkan setelah melalui rehabilitasi," kata Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta dalam keterangan tertulis di Pontianak, Rabu (22/6/2022).

Menurutnya, TNBBBR dipilih sebagai tempat pelepasliaran karena memiliki kesesuaian dengan habitat asli orang utan. Jenis vegetasi penyusun hutan di taman nasional itu juga mempunyai kecukupan baik dalam jumlah maupun keragaman jenis sebagai pakan orang utan.

Sebelum dilepas kembali ke alam, lima ekor orang utan itu menjalani rehabilitasi selama tujuh bulan di Pusat Rehabilitasi Yayasan IAR Indonesia di Kabupaten Ketapang.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, lalu diangkut melalui jalan darat dari Ketapang menuju Melawi yang menempuh perjalanan selama 15 jam.

"Selanjutnya perjalanan dilanjutkan mempergunakan jalan air dan berjalan kaki," ujarnya.
 
Lima orang utan yang dilepasliarkan itu telah diberi nama yakni; Anjas dan Cemong yang berasal dari Kubu Raya, Joyce dari Ketapang, Kotap asal Landak, dan Otan dari Kayong Utara.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT