Sosok Christina Rantetana, Jenderal Perempuan TNI AL Pertama di Indonesia dan ASEAN. (Tangkapan layar YouTube)
Hanna Ratih Aninditya

JAKARTA, iNews.id- Jenderal perempuan pertama Indonesia dari TNI Angkatan Laut (AL) ini merupakan sosok membanggakan. Dia ternyata juga jenderal perempuan pertama asal Indonesia di ASEAN.

Perempuan bernama Christina Rantetana itu memiliki sederet prestasi membanggakan. Seperti apa sosoknya? Berikut ulasannya.

Jenderal Perempuan Pertama di Indonesia

Christina Rantetana lahir di Makale, Sulawesi Selatan pada 24 Juli 1955. Dia meninggal di usia 61 tahun pada 31 Juli 2016 di Rumah Sakit TNI AL Mintohardjo Jakarta dan dimakamkan di kampung halamannya di Tana Toraja.

Latar Belakang

Christina Rantetana adalah perempuan pertama dari TNI AL yang masuk Sekolah Staf dan Komando (Sesko) di Royal Australian Naval Staff Course, Sydney Australia.

Dia juga anggota pertama Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) yang ditugaskan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dia juga perempuan pertama yang menjabat sebagai Direktur Sekolah Kedokteran Angkatan Laut.

Karier

Christina Rantetana juga merupakan anggota Kowal pertama yang memperoleh gelar sarjana di Tulane University New Orleans, Amerika Serikat. Dia merupakan anggota staf ahli untuk Keamanan Ideologi dan Konstitusi, serta jenderal wanita bintang dua pertama di ASEAN.

Saat berusia 47 tahun, Christina mendapat promosi menjadi Laksamana Pertama (bintang satu) oleh Kepala Staf Angkatan Laut TNI Laksamana Bernard K Sondakh. Pada Juni 2013, dia kembali mendapat promosi menjadi Laksamana Muda (bintang dua).

Bersama Brigjen Kartini dati TNI Angkatan Darat (AD) dan Marsekal Pertama Rukmini dari TNI Angkatan Udara (AU), mereka adalah tiga perempuan berpangkat jenderal sepanjang sejarah militer Indonesia modern.

Prestasi Christina memang tidak mudah. Dia memulainya dengan mengikuti Sekolah Relawan Militer di Bandung setelah lulus dari sekolah perawat di Makassar pada tahun 1978. 

Pekerjaan pertamanya di Rumah Sakit TNI AL Tanjung Pinang, Riau.  Setelah dari Riau, Christina pindah ke Surabaya, lalu ke Jakarta, dan ke Jayapura, Papua.

Saat mendapat penugasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Christina belum pernah sekalipun mengikuti kursus atau pendidikan sosial-politik.  

Namun semua prestasi datang dari usaha dan kerja keras, serta buah dari ketekunan dan kedisiplinan Christina. Dia menjadi anggota Fraksi TNI/Polri di DPR pada periode 1997-1999 dan 1999-2004

“Saya tidak pernah menolak tugas, meskipun itu sangat sulit,” katanya.

Itulah ulasan tentang Christina Rantetana, jenderal TNI AL perempuan pertama di Indonesia dan juga di ASEAN.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT