6 Tradisi Suku Dayak, Nomor 5 Untuk Mencari Musuh

Pandika Adi Putra ยท Minggu, 27 Februari 2022 - 18:18:00 WIB
6 Tradisi Suku Dayak, Nomor 5 Untuk Mencari Musuh
Tradisi Suku Dayak Kalimantan (Foto/Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Tradisi Suku Dayak Kalimantan selalu menarik untuk disimak. Suku yang sudah familiar di kalangan masyarakat Indonesia ini terkenal karena keramahannya. Suku dayak  masih memegang erat tradisi nenek moyang hingga saat ini.

Suku Dayak mempunyai beberapa suku turunan diantaranya Dayak Ngaju, Dayak Apo Kayan, Dayak Iban, Dayak Klemantan, Dayak Murut, Dayak Punan, dan Dayak Ot Danum. Belum banyak yang tau kalau Suku Dayak mempunyai tradisi yang unik.

Berikut Tradisi Suku Dayak yang menarik untuk dibahas:

1. Tiwah

Tiwah merupakan upacara kematian Suku Dayak yang menganut Agama Hindu. Upacara ini merupakan golongan tradisi yang memerlukan biaya tinggi untuk keperluannya dan lama selama 7-40 hari.

Keperluan yang dibutuhkan berupa hewan kerbau atau sapi untuk dikorbankan, penyajian makanan untuk warga suku dayak, dan sesaji untuk roh kepercayaan. Oleh karenanya, upacara adat Tiwah ini biasa diperuntukkan untuk puluhan jenazah. 

Tujuan dari upacara Tiwah ini adalah untuk mengantarkan roh jenazah bertemu dengan sang pencipta di Lewu tatau atau surga. Di awal upacara biasanya ada tarian adat Manganjan, pukulan gong dan Bukung. 

2. Telingaan Aruu

Tradisi Suku Dayak yang satu itu adalah memanjangkan kuping seseorang secara turun temurun. Tradisi ini menandakan tingkat kebangsawanan di kalangan Suku Dayak.

Bagi wanita Suku Dayak, semakin panjang kupingnya maka akan semakin cantik dirinya. Biasanya, Wanita akan memanjangkan kuping sampai batas dadanya sedangkan Pria sampai bahunya.

Kuping dipanjangkan dengan dipasangkan anting logam yang besar sebagai pemberatnya. Jumlah dan ukuran anting disesuaikan dengan keperluan ukuran panjang kupingnya.

3. Tedak

Tedak merupakan tradisi mentato tubuh yang dilakukan oleh orang Suku Dayak. Suku Dayak meyakini bahwa tato yang ditempelkan memiliki makna tersendiri seperti kekuatan, hubungan dengan tuhan, perjalanan hidup dan menandakan kedewasaan.

Pria yang menggunakan tato berbentuk bunga terong menandakan pria tersebut sudah sampai pada fase dewasa. sedangkan kedewasaan wanita ditandai dengan mentato kaki dengan bentuk tedak kasa atau ukiran tato khas dayak.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: