Cerita Rakyat Kalimantan Barat Legenda Batu Menangis

Tim iNews.id ยท Senin, 08 Agustus 2022 - 14:30:00 WIB
Cerita Rakyat Kalimantan Barat Legenda Batu Menangis
Cerita Rakyat Kalimantan Barat Legenda Batu Menangis. (YouTube Dongeng Kita)

Akhirnya Darmi dengan terpaksa ikut perginya ke pasar dengan menggunakan payung, tapi dia berbisik kepada ibunya. "Bu nanti kita jalannya jangan berdampingan, ibu dibelakang ku saja."

Mendengar hal itu ibunya pun bertanya," kenapa Darmi?"Tanpa memberikan alasan, Darmi pun tetap memaksa ibunya untuk berjalan di belakangnya. Darmi sebenarnya malu berjalan bersama ibunya yang berkulit gelap dan wajah yang tak terawat.

Tiba-tiba di tengah jalan ada seorang perempuan yang merupakan teman Darmi yang menghampiri dan bertanya.

"Hai Darmi kamu mau kemana?" tanya teman Darmi. Darmi menjawab,"Aku mau ke pasar." Teman perempuan Darmi yang melihat ibunya dengan pandangan bertanya,"Dia siapa Darmi? Ibumu ya?"

Darmi yang tak ingin temannya tahu jika dia mempunyai ibu yang kotor dan jelek segera menjawab. "Oh ini pembantuku, tentu saja bukan ibuku. Ih amit amit deh." 

Betapa sedihnya sang Ibu mendengarnya, namun hanya ditahan dalam hati.

Mereka melanjutkan perjalanan, Darmi bertemu dengan seorang laki-laki yaitu temannya yang lain. "Darmi kamu mau kemana?" tanya teman laki-laki tersebut. 

"Aku mau ke pasar," jawab Darmi. Lalu temanya pun kembali bertanya kepada Darmi, "Ngomong-ngomong siapa di belakangmu? Dia ibumu?" Dengan segera Darmi langsung menjawab, "Bukan dia bukan ibuku, tetapi pembantuku," ucap Darmi.

Sungguh hati Ibu Darmi semakin sedih melihat anaknya yang begitu tega, mengakui dirinya sebagai pembantu. Namun sekuat tenaga dia berusaha menahannya.

Sampailah Darmi dan ibunya di pasar. Saat mereka akan memasuki pasar lagi-lagi dia bertemu dengan temannya yang lain. Darmi dan temannya melakukan pembicaraan yang sama seperti teman-teman sebelumnya, dan mengakui ibunya sebagai pembantu.

Ibu Darmi tak kuasa menahan air matanya, dia sudah tidak tahan lagi dengan apa yang dikatakan anaknya itu. Maka dia pun berdoa dalam hati.

"Ya Tuhan, hamba sudah tidak kuat lagi dengan sikap anak hamba. Tolong hukumlah dia agar menjadi jera."

Editor : Reza Yunanto

Follow Berita iNewsKalbar di Google News

Bagikan Artikel: