Hasil Autopsi Ibu dan Anak di Pontianak yang Tewas Mengenaskan di Rumah

Uun Yuniar ยท Jumat, 25 September 2020 - 14:07 WIB
Hasil Autopsi Ibu dan Anak di Pontianak yang Tewas Mengenaskan di Rumah
Dokter Ahli Forensik RSUD Dr Soedarso Pontianak, Monang Siahaan memaparkan hasil autopsi mayat ibu dan anak yang ditemukan di rumahnya dan diduga korban pembunuhan, Kamis (24/9/2020). (Foto: iNews/Uun Yuniar)

PONTIANAK, iNews.id – Mayat ibu dan anak yang ditemukan di rumahnya, Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (23/9/2020) malam, telah diautopsi. Dokter forensik memastikan korban Sumi (39), dan putrinya, Geby (19), tewas karena benda tajam dan tumpul.

Dokter Ahli Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soedarso Pontianak, Monang Siahaan mengatakan, dari autopsi yang dilakukan, pada Kamis sore, bekas benda tajam dan tumpul itu terlihat dari luka di bagian rongga tengkorak kepala kedua korban. Dokter menemukan beberapa kejanggalan.

“Terdapat kejanggalan di bagian tengkorak kepala Sumi. Sementara pada tubuh anak korban Sumi, Geby, terdapat kejanggalan di rongga kepala dan rahang sebelah kiri,” kata Dokter Monang, Kamis (24/9/2020).

Monang mengatakan, selain itu juga terdapat kejanggalan lain di bagian tubuh kedua korban, yakni warna yang berbeda dari warna tubuh orang pada umumnya. Ini lantaran adanya memar akibat kekerasan benda tumpul. “Bekas benda tajam juga ada, benda tumpul juga ada,” ujarnya.

Sementara untuk kematian korban, terhitung hingga mayat dievakuasi ke rumah sakit itu, korban diperkirakan sudah tewas lebih dari 18 jam. Hal ini berdasarkan darah di tubuh korban yang sudah mengering. Kondisi ini juga diperkuat dengan rambut korban yang kusut dan mengering akibat berlumuran darah.

Dokter Monang Siahaan menambahkan, saat ini jasad kedua korban pembunuhan tersebut sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan.

Mayat ibu dan anak ini sebelumnya ditemukan keluarga besarnya terbujur kaku di rumah, Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, pada Rabu (24/9/2020) malam.

Kronologi penemuan mayat kedua korban berawal dari kecurigaan keluarga karena tidak bisa menghubungi mereka. Keluarga korban, Yoga mengatakan, dirinya sudah berkali-kali menghubungi anak dan ibu tersebut. Namun, sudah tiga hari keduanya tak dapat dihubungi.

Hal ini kemudian dibahas keluarga besar. Mereka sepakat untuk berkumpul dan mendatangi rumah korban. Tiba di rumah korban, keluarga menemukan sejumlah kejanggalan.

Lampu rumah dalam keadaan mati. Keluarga langsung mendobrak pintu rumah dan menemukan keduanya sudah terkapar tak bernyawa di lantai. Sejumlah keluarga menangis histeris melihat kondisi keduanya yang mengenaskan.

Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Komarudin yang langsung tutun ke lokasi kejadian sebelumnya mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ibu dan putrinya itu diduga korban pembunuhan. Polisi masih mendalami kasus ini.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan fakta-fakta di lokasi, ada luka di tubuh korban. Diduga korban ibu dan anaknya ini korban pembunuhan,” kata Kombes Pol Komarudin.


Editor : Maria Christina