Hujan Intensitas Tinggi Akan Guyur Landak Kalbar, Bupati: Waspada Banjir dan Tanah Longsor

Antara ยท Minggu, 06 September 2020 - 15:58 WIB
Hujan Intensitas Tinggi Akan Guyur Landak Kalbar, Bupati: Waspada Banjir dan Tanah Longsor
Banjir yang terjadi di Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak, Kalbar. (Foto: Antara)

PONTIANAK, iNews.id – Warga Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar) diminta waspada potensi banjir dan tanah longsor. Masyarakat diminta bersama-sama bergotong royong membersihkan lingkungan dan saluran air.

"Menyikapi prakiraan cuaca dari BMKG, situasi Landak masih akan mengalami hujan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana banjir dan tanah longsor," kata Bupati Landak, Karolin Margeret Natasa, Minggu (6/9/2020).

Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, kondisi sampai hari ini, banjir terjadi hampir di semua wilayah Kabupaten Landak. Area terparah terjadi di Meranti.

“Petugas sudah bergerak dengan membawa perahu fiber dan logistik untuk mengevakuasi warga yang membutuhkan,” katanya.

Selain itu, longsor juga terjadi di Emprija. Hari ini diperkirakan alat berat datang. Sedangkan untuk membersihkan sisa-sisa lumpur, sudah diterjunkan dua unit mesin penyemprot air

Namun ada pula daerah lain belum diberi perhatian seperti Katio, Sejowet, Songga, Darit, Mandor, dan lain-lain. Laporan dari daerah tersbut belum sempat direspon, namun ada yang sudah diarahkan ke desa dan camat yang bersangkutan.

"Kami akan terus memantau kondisi terkini di lapangan dan meminta kepada petugas untuk melakukan pendataan terhadap jumlah masyarakat yang terdampak banjir. Yang jelas kita akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan laporan BNPB, sedikitnya ada 10 desa di enam kecamatan di Kabupaten Landak terdampak banjir sejak Sabtu (5/9/2020) sore. Menurut laporan BPBD Kabupaten Landak kepada Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, banjir terjadi akibat luapan beberapa sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat.

Wilayah yang terendam banir di antaranya Desa Ampadi, Meranti dan Tahu di Kecamatan Meranti. Selanjutnya Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe dan Desa Semunti, Tengue dan Sekendal di Kecamatan Air Besar.

Ada juga Desa Menjalin di Kecamatan Menjalin, Desa Untang di Kecamatan Banyuke Hulu dan Desa Songga di Kecamatan Menyuke.

Menurut laporan kronologi dari BPBD Kabupaten Landak, pada pukul 13.00-14.57 WIB, debit air naik 25 cm di Dusun Leban, Desa Nyanyum, Kecamatan Kuala Behe dan Desa Semuntik di Kecamatan Air Besar. Kemudian pukul 15.47 WIB hujan deras mengguyur Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe hingga sejumlah wilayah di Kecamatan Ngabang.

Akibatnya banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 80-110 sentimeter merendam beberapa rumah dan menyebabkan akses jalan terputus. Selain itu ada tiga unit rumah rusak berat akibat terdampak longsor.

Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan, kaji cepat dan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak.


Editor : Umaya Khusniah