Permukiman Transmigran di Sambas Kalbar Terendam Banjir 1 Meter

Antara ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 11:54 WIB
Permukiman Transmigran di Sambas Kalbar Terendam Banjir 1 Meter
Banjir merendam sejumlah desa di Kabupate Sambas, Kalimantan Barat. (Antara)

SAMBAS, iNews.id - Banjir setinggi 1 meter merendam permukiman transmigrasi SP 1 di Desa Sabung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Banjir terjadi akibat hujan deras selama beberapa hari terakhir.

"Dari informasi warga, wilayah SP1 Desa Sabung terkena banjir lagi. Ketinggian air mencapai satu meter atau setinggi dada orang dewasa," ujar Anggota DPRD Sambas, Hapsak Setiawan dihubungi, Rabu (24/6/2020).

Menurut Hapsak, kawasan tersebut memang langganan banjir. Tak cuma rumah, tapi juga merendam sawah, kebun yang menjadi tulang punggung perekonomian warga.

"Hal itu mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar bagi warga," katanya.

Menurut Hapsak, akibat banjir tersebut, akses jalan utama keluar masuk wilayah tersebut putus total. Kendaraan bermotor tak bisa melintas karena ketinggian banjir.

Kondisi itu membuat sejumlah warga nekat menerobos banjir demi tetap bisa beraktivitas.

"Bahkan ada warga terpaksa menerobos di derasnya arus banjir dan sangat membahayakan keselamatan mereka. Itu terpaksa mereka lakukan karena itu jalan satu- satunya untuk keluar masuk perkampungan," katanya.

Sebagai wakil rakyat, dia mengaku telah meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas untuk segera bertindak dan membuat penanganan strategis, agar permasalahan banjir bisa teratasi.

"BPBD juga diminta menyiapkan perahu darurat untuk warga menyeberang atau melewati banjir untuk melakukan aktivitas suplai barang dan lainnya," katanya.

Hapsak mendorong penganggaran untuk pengerukan Sungai Tebarau, baik di hulu maupun hilir. Hal itu dilakukan lantaran sungai tersebut sudah mulai alami pendangkalan sehingga menyebabkan banjir cepat datang meski hujan baru berlansung sebentar.

"Sungai sudah mengalami pendangkalan. Solusi yang segera dan jangka panjang adalah normalisasi sungai. Hal itu agar tidak ada lagi kebanjiran ketika hujan lebat," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto