Polisi Minta Hukum Kebiri untuk Pemilik Sanggar Tari yang Cabuli 10 Bocah

Antara · Selasa, 06 April 2021 - 13:08:00 WIB
Polisi Minta Hukum Kebiri untuk Pemilik Sanggar Tari yang Cabuli 10 Bocah
JP tersangka pencabulan 10 bocah di sanggar tari dihadirkan dalam rilis perkara di Mapolres Bengkayang, Selasa (6/4/2021). (Foto: Antara)

BENGKAYANG, iNews.id - Polres Bengkayang, Kalimantan Barat terus mengembangkan pencabulan yang dilakukan pemilik sanggar tari inisial JP. Polisi akan mengusulkan hukuman kebiri kepada pelaku.

"Kami sudah komunikasi dengan Kejari (Kejaksaan Negeri) nanti akan diajukan kebiri karena sudah banyak korban dan rata-rata di bawah umur," kata Kasat Reskrim Polres Bengkayang AKP Antonius Trias Kuncorojati, Selasa (6/4/2021).

Polisi menyebut JP sebagai predator. Berdasarkan hasil pemeriksaan JP tidak menderita paedofilia. JP yang telah beristri itu dengan sadar melakukan pencabulan terhadap korban

Tersangka JP melakukan pencabulan dengan modus pengobatan alternatif berupa kunci batin.

Meski korban menolak, namun pelaku tersu mendesak para korban untuk menurutinya. Pelaku menakut-nakuti dengan mengatakan para korban memiliki penyakit dalam tubuhnya yang harus diobati.

"Pelaku mengatakan hal tersebut kepada satu per satu muridnya melalui pesan WhatsApps secara pribadi. Para korban yang merasa takut kemudian mendatangi rumah pelaku untuk melakukan pengobatan berkunci batin,” katanya.

Pencabulan dilakukan di rumah yang menjadi sanggar tari pelaku. Pelaku mengatur jadwal agar para korban tidak datang bersamaan. Saat melakukan pencabulan, istri pelaku sedang tidak berada di rumah.

Editor : Reza Yunanto