Resepsi Pernikahan di Pontianak Boleh Digelar dalam Hotel dan Gedung, Rumah Belum Diizinkan

Antara ยท Selasa, 21 Juli 2020 - 14:24 WIB
Resepsi Pernikahan di Pontianak Boleh Digelar dalam Hotel dan Gedung, Rumah Belum Diizinkan
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menghadiri simulasi resepsi pernikahan new normal di Kalbar, Selasa (14/7/2020). (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak resmi mengizinkan digelarnya resepsi pernikahan di hotel dan gedung pertemuan. Sementara untuk di rumah belum diizinkan.

"Dalam kegiatan pernikahan, penyedia jasa acara yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pesta perkawinan atau lainnya, seperti untuk di hotel dan di gedung, sementara di rumah belum diizinkan," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Selasa (21/7/2020).

Edi menambahkan, meski diizinkan menggelar resepsi, penyelenggara wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat seperti menggunakan masker, penyediaan fasilitas cuci tangan dan menjaga jarak.

Menurutnya, tanpa menerapkan protokol kesehatan yang ketat, maka upaya pemerintah untuk memerangi Covid-19 menjadi sia-sia.

Terkait hal itu, Edi mengatakan, Pemkot Pontianak akan segera melakukan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan di era kenormalan baru agar masyarakat bisa tetap produktif namun bebas dari penularan Covid-19.

"Untuk itu juga kami akan menerbitkan peraturan wali kota sehingga nantinya jelas sanksinya bagi siapa saja yang melanggar aturan tersebut," ujarnya.

Edi menuturkan, dengan pembukaan sektor jasa industri pernikahan dan hiburan ini diharapkan bisa kembali menggeliatkan perekonomian di Pontianak yang meredup berbulan-bulan setelah merebaknya virus corona (Covid-19).

"Dengan dibuka sektor jasa itu, kami harapkan perekonomian bisa dengan cepat tumbuh kembali, tetapi harus didukung oleh masyarakat agar taat dalam mematuhi protokol kesehatan tersebut," ujarnya.

Sebelumnya Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi (Aspedi) wilayah Kalbar menggelar simulasi resepsi pernikahan masa new normal di Hotel Kapuas Palace, Selasa (14/7/2020).

Dalam simulasi itu dijelaskan tahapan mulai dari tamu undangan datang hingga pelaksanaan acara resepsi pernikahan yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Edi, simulasi yang dilakukan tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut, terutama terkait kriteria protokol kesehatan yang diterapkan selama resepsi digelar. Sebab, secara teori belum tentu sama saat penerapannya.

"Sebab bila hal itu tidak dilakukan, dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru sehingga sulit men-tracing yang terpapar Covid-19," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto