Selain Banjir, Sejumlah Desa di Landak Kalbar Juga Alami Longsor

Antara ยท Senin, 07 September 2020 - 08:42 WIB
Selain Banjir, Sejumlah Desa di Landak Kalbar Juga Alami Longsor
Permukiman warga di Desa Meranti, Kabupaten Landak yang terendam banjir akibat curah hujan tinggi, Sabtu (5/9/2020). (Foto: BNPB)

LANDAK, iNews.id - Banjir akibat air sungai yang meluap di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar) tidak hanya merendam sepuluh desa. Sejumlah wilayah di enam kecamatan juga mengalami longsor.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, Ivan Pusdalop mengatakan, setidaknya ada beberapa desa di enam kecamatan yang melaporkan terjadi longsor.

"Hingga saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa karena petugas di lapangan sedang melakukan pendataan. Sementara kerugian materil yaitu tiga unit rumah roboh akibat longsor, dan jumlah rumah terendam masih dalam pendataan. Saat kejadian ketinggian air 80-110 sentimeter dan beberapa akses jalan terputus," katanya dihubungi di Landak, Senin (7/9/2020).

Dia menerangkan, enam kecamatan yang dilanda banjir dan longsor yakni Desa Ampadi, Desa Merantu dan Desa Tahu di Kecamatan Meranti, di Kecamatan Kuala Behe di Desa Nyanyum, Kecamatan Air Besar di Desa Semunti, Desa Tengue, Desa Sekendal, Kecamatan Memjalin di Desa Menjalin, Kecamatan Banyuke di Desa Untang dan di Kecamatan Manyuke di Desa Songga.

Dia menambahkan, BPBD Landak telah melakukan kaji cepat dan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir dan longsor.

Sementara itu, di Kabupaten Melawi dilaporkan petugas BPBD Melawi Syafarudin mengatakan bencana ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi selama dua hari dan meluapnya Sungai Pintas pada hari Minggu (6/9) pukul 04.00 WIB dini hari tadi.

Kejadian ini melanda di wilayah Kecamatan Pinoh Selatan dan air merendam di dua desa, yaitu Desa Mekar Pelita dan Desa Pintas dengan ketinggian air 100 centimeter. Petugas di lapangan saat ini masih melakukan pendataan dan belum diketahui apakah ada korban jiwa dan kerugian materil, katanya.

"Upaya yang dilakukan tim reaksi cepat BPBD Melawi, yaitu melakukan koordinasi dengan pihak TNI - Polri dan aparat desa setempat guna melakukan pendataan di lokasi kejadian," katanya.


Editor : Reza Yunanto