Dirazia Satpol PP, Restoran di Pontianak Simpan 25 Tabung Elpiji Bersubsidi

Antara ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 11:54 WIB
Dirazia Satpol PP, Restoran di Pontianak Simpan 25 Tabung Elpiji Bersubsidi
Satpol PP Pontianak menemukan restoran yang menyimpan 25 tabung gas elpiji subsidi 3 Kg, Selasa (4/8/2020). (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Sejumlah restoran dan warung kopi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) kedapatan menggunakan elpiji bersubsidi. Salah satu restoran bahkan menggunakan hingga 25 tabung gas elpiji bersubsidi.

Hal itu diketahui dari razia yang dilakukan Satpol PP Pontianak bersama Dinas Perdagangan dan Pertamina Wilayah Kalbar pada Selasa (4/8/2020) kemarin.

"Yang paling mengejutkan ada satu yang kita temukan memiliki sebanyak 25 tabung elpiji subsidi," ujar Kasi Pembinaan Satpol PP Pontianak, Muhamad Ishak di Pontianak, Rabu (5/8/2020).

Dia mengatakan, total tabung elpiji bersubsidi yang disita dari razia itu sebanyak 48 tabung.

Puluhan tabung gas melon kemasan 3 kilogram itu disita dari sejumlah restoran dan warung kopi di di sepanjang Jalan Panglima Aim dan Jalan 28 Oktober.

Menurutnya, penemuan puluhan tabung elpiji bersubsidi di restoran dan warung kopi ini juga menjawab pertanyaan mengapa terjadi kelangkaan elpiji bersubsidi di masyarakat. Elpiji yang seharusnya dinikmati warga tidak mampu, tapi malah digunakan oleh pelaku usaha.

"Sehingga memang benar selama ini pelaku usaha masih banyak yang menggunakan elpiji tiga kilogram yang seharusnya untuk masyarakat tidak mampu," tuturnya.

Dia menambahkan, operasi atau razia itu digelar terkait dengan informasi dari masyarakat bahwa diduga masih ada pemilik usaha seperti rumah makan, dan warung kopi yang menggunakan elpiji subsidi itu.

Menurutnya, penertiban ini dilakukan sesuai dengan Permen ESDM No. 26 tahun 2018 dan Perda Ketertiban Umum No. 11 tahun 2019 yang mengatur usaha yang memiliki omzet di atas Rp50 juta dilarang menggunakan elpiji subsidi.

Pelaku usaha yang kedapatan menggunakan elpiji bersubsidi hanya dilakukan pembinaan dan tidak diberi sanksi. Mereka diminta menukar tabung elpiji subsidi dengan tabung elpiji nonsubsidi.

"Untuk sementara waktu kami masih melakukan pembinaan, kepada pelaku usaha yang masih menggunakan elpiji tiga kilogram untuk segera menukarnya dengan tabung elpiji nonsubsidi," tuturnya.


Editor : Reza Yunanto