Selama Buron, Cukong Illegal Logging Asong Operasi Plastik Agar Wajahnya Tak Dikenali

Gusti Eddy · Jumat, 23 April 2021 - 10:46:00 WIB
Selama Buron, Cukong Illegal Logging Asong Operasi Plastik Agar Wajahnya Tak Dikenali
Prasetyo Gow alias Asong Botak (60) ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat di Jakarta. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Prasetyo Gow alias Asong Botak (60) dikenal licin. Buronan kasus pembalakan liar (illegal logging) itu menghindari kejaran aparat hukum dengan mengubah wajahnya agar tak bisa dikenali. 

Warga Pontianak yang merupakan cukong illegal logging terbesar di Kalimantan Barat itu juga berkomunikasi dengan menggunakan nomor telepon Singapura.

"Terpidana mengubah bentuk wajahnya pada hidung dan rahang dengan cara operasi plastik di Jakarta serta menggunakan nomor telepon luar negeri yaitu Singapura," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer, Jumat (23/4/2021).

Asong telah buron selama 15 tahun. Sesuai putusan Mahkamah Agung Nomor: 2370 K/PID/2005 Tanggal 28 Juli 2006, dia dihukum empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair lima bulan kurungan.

Namun saat dipanggil jaksa eksekutor untuk dieksekusi ke dalam penjara, Asong melarikan diri. Selama buron dia sempat mempermak wajahnya di Singapura untuk mengelabui aparat penegak hukum.

Pelarian Asong berakhir di Jakarta pada Kamis (22/4/2021). Dia ditangkap tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Kalbar. 

"Tim tangkap buronan Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat berhasil meringkus Asong saat berada di The Royal Spring Hill Residence, Jalan Benyamin Suaeb, Pademangan Timur, Kemayoran, Jakarta Utara,"

Dia dihukum karena mengangkut atau memilki hasil hutan tanpa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH). Perbuatannya melanggar pasal 78 ayat 7 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Dia ditangkap pada September 2004 di Tempat Penumpukan Kayu (TPK) Lalang Lestari Sungai Pawan, Desa Sukaharja, Kabupaten Ketapang, Kalbar.

Ketika itu polisi mengamankan puluhan ribu batang kayu yang diangkut dua unit kapal motor.

Kapal Motor Javi mengangkut 13.758 batang kayu jenis bengkirai dan rimba campuran, serta Kapal Motor Layan Bermakna yang memuat 32.495 batang kayu jenis meranti, bengking, kapur, keruing dan kempas.

Editor : Reza Yunanto