Ditertibkan Satpol PP, Pengusaha di Pontianak Tukar Tabung Gas Subsidi ke Nonsubsidi

Antara ยท Senin, 27 Juli 2020 - 18:06 WIB
Ditertibkan Satpol PP, Pengusaha di Pontianak Tukar Tabung Gas Subsidi ke Nonsubsidi
Pengusaha di Pontianak menukar tabung gas elpiji bersubsidi ke nonsubsidi di Kantor Satpol PP, Senin (27/7/2020). (Antara/Ist)

PONTIANAK, iNews.id - Seorang pemilik usaha di Pontianak, Kalimantan Barat yang kedapatan menggunakan elpiji bersubsidi ditertibkan Satpol PP. Pengusaha tersebut sukarela menukarkan tabung gas subsidi ke nonsubsidi.

Hal itu dilakukan Sunarko (35), satu dari sekian pengusaha yang ditertibkan Satpol PP Pontianak pada penertiban yang dilakukan Jumat (24/7/2020) lalu.

"Setelah kejadian ini, saya tidak akan lagi menggunakan elpiji tiga kilogram. Kalau memang peraturannya seperti ini kami akan mematuhinya," kata Sunarko ditemui di Kantor Satpol PP Pontianak, Senin (27/7/2020).

Dia menjelaskan, saat penertiban di tempat usahanya, sebanyak enam tabung elpiji tiga kilogram miliknya diamankan oleh tim penertiban. Untuk itu dirinya berinisiatif ke Kantor Satpol PP Kota Pontianak untuk menukarkan tabung elpiji tiga kilogram miliknya dengan elpiji 5,5 kilogram yang bukan subsidi.

"Dua tabung tiga kilogram ditukar dengan satu tabung elpiji Bright Gas berisi 5,5 kilogram, saya hanya membayar Rp60.000 untuk isi gasnya," ujarnya.

Sunarko tidak mempermasalahkan penertiban gas elpiji tiga kilogram terhadap pelaku usaha seperti dirinya. Dia menyatakan untuk mematuhi peraturan Pemkot Pontianak.
"Kami mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana menjelaskan tempat usaha yang ditertibkan sebanyak 11 titik lokasi dengan jumlah 40 tabung elpiji bersubsidi yang diamankan. Dari hasil penertiban, ada pemilik usaha yang memiliki hingga tujuh tabung elpiji tiga kilogram.

"Dari pengakuan pemilik usaha, mereka membelinya dari pengecer. Mereka yang kedapatan menggunakan elpiji tiga kilogram, membuat pernyataan untuk tidak lagi menggunakan elpiji bersubsidi itu," ujarnya.

Bagi mereka yang sudah pernah ditertibkan ini, jika masih kedapatan masih menggunakan elpiji tiga kilogram, maka Satpol PP tidak segan-segan menjatuhkan sanksi ketertiban umum berupa denda paksa senilai Rp500.000

"Sejauh ini para pemilik usaha yang ditertibkan menyadari kesalahannya," katanya.


Editor : Reza Yunanto